Trump Tak Akan Biarkan Israel Caplok Tepi Barat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump memberikan keterangan pers tentang autisme dan penggunaan obat pereda nyeri populer Tylenol untuk ibu hamil dan anak-anak di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, Senin (22/9/2025). Foto: Kevin Lamarque/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump memberikan keterangan pers tentang autisme dan penggunaan obat pereda nyeri populer Tylenol untuk ibu hamil dan anak-anak di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, Senin (22/9/2025). Foto: Kevin Lamarque/REUTERS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tak akan membiarkan Israel, sekutu dekatnya, mencaplok Tepi Barat. Upaya aneksasi Tepi Barat ini muncul setelah sejumlah anggota kabinet Israel ingin menguasai kawasan tersebut untuk menghapus rencana two state solution.

"Saya tak akan mengizinkan Israel mencaplok Tepi Barat. Tak akan saya biarkan, itu tak akan terjadi," kata Trump, dilansir AFP, Jumat (26/9).

Respons Trump ini muncul setelah ia ditanyai apa yang ia janjikan saat pertemuan Multilateral Timur Tengah. Pada pertemuan itu, Trump bertemu dengan para pemimpin Timur Tengah, termasuk Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri Multilateral Meeting on the Middle East atas undangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025) waktu setempat. Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Itu juga berkaitan dengan sumpah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang tak akan membiarkan berdirinya sebuah Negara Palestina. Selain itu, anggota kabinetnya dari kelompok sayap kanan juga mengancam akan mencaplok Tepi Barat usai kedaulatan Palestina diakui sejumlah Negara Barat.

Oleh para wartawan di Gedung Putih, Trump kembali ditanyai, apakah ia telah memperingatkan Netanyahu?

"Ya, saya tak akan mengizinkannya," kata Trump.

"Apakah saya bicara dengannya? Iya, saya bicara. Tapi saya tak akan membiarkan Israel mencaplok Tepi Barat. Ini sudah cukup. Sekarang saatnya berhenti," kata Trump.

Trump sendiri menyatakan optimismenya terkait perdamaian Gaza yang akan datang. Hal itu masuk dalam pembicaraanya dengan si Perdana Menteri.

"Saya telah berbicara dengan Bibi Netanyahu hari ini, dan kita juga bicara dengan para pemimpin di Timur Tengah. Mereka pemimpin yang hebat, dan kita sudah dekat untuk mencapai kesepakatan soal Gaza, dan mungkin saja, perdamaian," pungkas Trump.