Trump Tarik AS dari Kesepakatan Perdagangan Bebas Pasifik

Presiden Donald Trump resmi menarik Amerika Serikat dari perjanjian perdagangan bebas Pasifik atau yang dikenal dengan nama Trans-Pacific Partnership (TPP), Senin (23/1). TPP adalah peninggalan Barack Obama yang belum juga rampung disahkan.
Seperti diberitakan Reuters, dengan menarik AS dari TPP berarti Trump telah memenuhi janjinya selama kampanye. Ketimbang terikat dalam perjanjian perdagangan bebas dengan 12 negara anggota TPP, Trump mengatakan AS akan menggelar kesepakatan satu-per-satu dengan negara-negara tersebut.
Dengan perjanjian dagang yang baru nanti, kata Trump, AS memberikan waktu 30 hari bagi negara-negara untuk memenuhi kesepakatan. Trump menegaskan perjanjian akan dengan mudah dihapuskan jika ada negara yang "nakal".

"Kami akan menghentikan perjanjian dagang konyol yang membuat semua orang dan perusahaan keluar dari negara ini," kata Trump.
TPP digadang presiden AS sebelumnya, Barack Obama, sebagai salah satu pendongkrak perekonomian AS. Perjanjian ini telah diikuti 12 negara Pasifik yang mewakili 40 persen ekonomi dunia, yaitu AS, Kanada, Meksiko, Jepang, Australia, Selandia Baru, Chile, Peru, Malaysia, Singapura, Vietnam dan Brunei.
Pakta dagang ini mencakup kesepakatan penghapusan bea masuk dan peningkatan kerja sama dagang. TPP dirancang agar bisa menciptakan pasar tunggal baru, seperti halnya Uni Eropa.
Selain itu, Obama berharap TPP bisa menyaingi pengaruh ekonomi China di kawasan. Namun kesepakatan yang ditandatangani pada Februari 2016 belum diratifikasi dari Kongres AS.

Menurut Trump, TPP hanya akan merugikan pengusaha-pengusaha AS. Tidak hanya TPP, Trump juga akan menegosiasi ulang perjanjian dagang bebas Amerika Utara atau NAFTA dengan Meksiko dan Kanada. Trump ingin AS bisa memaksimalkan keuntungan setiap kali melakukan kesepakatan dagang dengan negara lain.
Taipan real-estate dan mantan bintang reality show itu juga meminta perusahaan-perusahaan besar AS seperti Ford Motor Co, Dell Technologies Inc dan Tesla Motors Inc dalam 30 hari ke depan memberi rekomendasi kepada pemerintah soal cara meningkatkan industri manufaktur dalam negeri.
Trump dalam pertemuan dengan para petinggi perusahaan-perusahaan itu menyatakan ingin memotong pajak perusahaan antara 15-20 persen. Pemotongan regulasi hingga 75 persen juga menjadi misi utama Trump di sektor ekonomi.
