Trump Teken Keppres yang Jamin Keamanan Qatar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump menyampaikan paparan saat pertemuan tentang kebebasan beragama dalam pendidikan di Museum Alkitab, Washington DC, Amerika Serikat, Senin (8/9/2025). Foto: Saul Loeb/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump menyampaikan paparan saat pertemuan tentang kebebasan beragama dalam pendidikan di Museum Alkitab, Washington DC, Amerika Serikat, Senin (8/9/2025). Foto: Saul Loeb/AFP

Presiden AS Donald Trump menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) yang menjamin akan melindungi Qatar lewat berbagai langkah, termasuk lewat aksi militer.

Dikutip dari AP, Kamis (2/10), Keppres itu diunggah di website resmi Gedung Putih pada Rabu (1/10) dan ditandatangani pada Senin (29/9). Keppres ini merupakan langkah lanjutan yang dilakukan oleh Trump untuk meyakinkan Qatar usai serangan mendadak Israel di Doha yang menargetkan pemimpin Hamas beberapa waktu lalu.

Keppres itu menyinggung kerja sama erat dan kepentingan bersama kedua negara, serta berjanji untuk menjamin keamanan dan integritas wilayah Qatar terhadap serangan eksternal.

"Amerika Serikat akan menganggap setiap serangan bersenjata terhadap wilayah, kedaulatan atau infrastruktur penting Qatar sebagai ancaman terhadap perdamaian dan keamanan Amerika Serikat," berikut isi Keppres tersebut.

"Jika terjadi serangan semacam itu, Amerika Serikat akan mengambil langkah yang sah dan tepat--termasuk diplomatik, ekonomi dan militer jika diperlukan--untuk melindungi kepentingan Amerika Serikat dan Qatar dan untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas," lanjut isi Keppres itu.

Keppres itu muncul saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu Trump di Washington pada Senin lalu. Trump saat itu mengatur sambungan telepon antara Netanyahu dan Qatar.

Asap mengepul setelah serangan udara Israel di Doha, Qatar, Selasa (9/9/2025). Foto: Jacqueline PENNEY / AFPTV / AFP

Netanyahu pun menyampaikan penyesalan mendalam atas serangan di Doha yang menewaskan 6 orang itu, di antaranya anggota pasukan keamanan Qatar.

Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut Keppres Trump itu sebagai langkah penting dalam memperkuat kemitraan pertahanan kedua negara. Media yang didanai Qatar, Al Jazeera, bahkan membuat tajuk: "Keppres baru Trump jamin keamanan Qatar pascaserangan Israel".

Trump juga telah berbicara lewat sambungan telepon dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Gedung Putih tidak merilis detail pembicaraan keduanya, namun Qatar mengatakan keduanya membahas soal upaya Doha mencapai kesepakatan gencatan senjata antara Israel-Hamas.

Meski demikian, cakupan dari janji yang diteken lewat Keppres ini masih belum jelas. Biasanya perjanjian yang mengikat secara hukum atau traktat memerlukan persetujuan Senat.

Presiden AS telah menandatangani perjanjian internasional tanpa persetujuan Senat. Contohnya Barack Obama saat menandatangani perjanjian nuklir Iran 2015 dengan negara-negara mitra.