Trump Terima Telepon dari Peraih Nobel Perdamaian Maria Machado

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado berpidato di hadapan para pendukungnya dalam sebuah protes menjelang pelantikan Presiden Nicolas Maduro untuk masa jabatan ketiganya di Caracas, Venezuela, pada 9 Januari 2025. Foto: Leonardo Fernandez Viloria/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado berpidato di hadapan para pendukungnya dalam sebuah protes menjelang pelantikan Presiden Nicolas Maduro untuk masa jabatan ketiganya di Caracas, Venezuela, pada 9 Januari 2025. Foto: Leonardo Fernandez Viloria/REUTERS

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Maria Corina Machado yang menerima Nobel Perdamaian telah menghubunginya. Hal itu dia sampaikan saat memberikan pernyataan kepada wartawan di Oval Office, Gedung Putih, Jumat (10/10) waktu setempat.

Saat ditanya terkait Nobel Perdamaian, Trump tidak secara langsung mengkritik keputusan Komite Nobel. Dia memuji dirinya sendiri yang telah menyelesaikan beberapa perang dan menyatakan Machado mungkin akan menyerahkan Nobel Perdamaian jika dia minta.

"Orang yang mendapatkan Penghargaan Nobel menghubungi saya hari ini dan mengatakan, 'Saya menerima penghargaan ini untuk menghormati Anda, karena Anda pantas mendapatkannya," kata Trump, dikutip dari Reuters, Sabtu (11/10).

"Hal yang baik yang dia lakukan. Saya tidak bilang, 'Kalau begitu berikan kepada saya', meski saya pikir dia akan memberikannya [jika diminta]. Dia sangat baik," lanjutnya.

Presiden AS Donald Trump berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80 di markas besar PBB di New York, AS, Selasa (23/9/2025). Foto: Mike Segar/REUTERS

Meski demikian, Gedung Putih mengkritik keputusan Komite Nobel yang memberikan Nobel Perdamaian kepada pemimpin oposisi Venezuela itu alih-alih Trump yang mereka nilai secara agresif menggembar-gemborkan perannya dalam menengahi kesepakatan gencatan senjata internasional. Gedung Putih bahkan menyebut Komite Nobel lebih memilih politik dibandingkan perdamaian.

"Presiden Trump akan terus membuat kesepakatan damai, menghentikan perang, dan menyelamatkan nyawa. Dia memiliki hati seorang humanitarian, dan tidak akan pernah ada sosok seperti dia yang dapat menggerakkan gunung dengan kekuatan tekadnya," kata juru bicara Gedung Putih, Steven Cheung.

"Komite Nobel membuktikan mereka mengutamakan politik dibandingkan perdamaian," lanjutnya.

Komite Nobel Norwegia memberikan penghargaan Novel Perdamaian tahunan kepada Machado. Alasannya, Machado merupakan pembela kebebasan yang berani, yang bangkit dan melawan kepemimpinan otoriter.

Pemandangan drone tulisan "Nobel 4 Trump" karya seniman pertanian Peter Winner di ladang, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan Israel-Hamas menyepakati fase pertama gencatan senjata Gaza, dekat Kibbutz Maoz Haim, Israel, Kamis (9/10/2025). Foto: Guy Sherry/Reuters

Trump memang mengincar Nobel Perdamaian dan baru-baru ini mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan tahanan untuk mengakhiri perang di Gaza.

Trump mengatakan telah mengakhiri 8 perang sejak kembali menjabat sebagai presiden dan berhak mendapatkan Nobel Perdamaian. Namun, baru-baru ini dia menyatakan tidak akan terpilih.

"Apakah Anda akan dapat Penghargaan Nobel? Tentu tidak. Mereka akan memberikannya kepada orang yang tidak melakukan apa-apa," kata Trump kepada pejabat tinggi militer AS bulan lalu.

Nominasi untuk Nobel harus diberikan sebelum tanggal 31 Januari agar sah untuk mendapat penghargaan tahun ini. Sementara Trump baru dilantik sebagai presiden untuk masa jabatan kedua pada 20 Januari.