Trump Tuding Iran Kenakan Tarif Untuk Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan didekat foto kapal perang Angkatan Laut AS saat pengumuman inisiatif Golden Fleet Angkatan Laut AS yang baru di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, Amerika Serikat, Senin (22/12/2025). Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan didekat foto kapal perang Angkatan Laut AS saat pengumuman inisiatif Golden Fleet Angkatan Laut AS yang baru di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, Amerika Serikat, Senin (22/12/2025). Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP

Setelah gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS)-Iran tercapai untuk dua pekan mendatang, lalu lintas perkapalan Selat Hormuz perlahan pulih. Meski, beberapa laporan dari pemantauan lalu lintas maritim menyebut baru 10 kapal yang melintas di selat penting itu sejak gencatan senjata disepakati.

Presiden AS, Donald Trump, menyebut ini adalah langkah yang buruk dari Iran. Ia menjelaskan, Iran membebankan tarif pada kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

"Ada laporan-laporan yang menyebut Iran memberi biaya untuk tanker-tanker yang akan melewati Selat Hormuz, jangan sampai ini benar, kalau pun benar, mereka harus berhenti sekarang juga!," kata Trump di media sosial Truth Social, dilansir AFP, Jumat (10/4).

Ilustrasi - Selat Hormuz. Foto: artemegorovv/Shutterstock

Trump merasa langkah ini salah dan tidak sesuai dalam kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada Selasa (7/4) lalu.

"Langkah Iran sangat buruk, tidak terhormat, bagaimana cara dia mengizinkan kapal-kapal pengangkut minyak melewati Selat Hormuz," kata Trump

"Bukan seperti ini kesepakatan yang kita capai," ucapnya.

Di sejumlah unggahan lainnya, Trump juga kesal dengan kritik yang dialamatkan padanya terkait gencatan senjata yang tercapai.

"Secepatnya anda akan lihat, minyak-minyak itu akan mengalir, dengan atau tanpa bantuan Iran," kata Trump.