Trump Unggah-Hapus Foto Mirip Yesus, Enggan Minta Maaf ke Paus Leo XIV

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump di layar dan gambar yang dihasilkan AI yang ia unggah di platform Truth Social miliknya, yang menggambarkan dirinya sebagai Yesus Kristus setelah mengkritik Paus Leo XIV. Foto: Mandel Ngan / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump di layar dan gambar yang dihasilkan AI yang ia unggah di platform Truth Social miliknya, yang menggambarkan dirinya sebagai Yesus Kristus setelah mengkritik Paus Leo XIV. Foto: Mandel Ngan / AFP

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuai kecaman setelah mengunggah gambar berbasis AI yang menampilkan dirinya seperti sosok Yesus Kristus, sebelum akhirnya menghapus unggahan tersebut pada Senin (13/4).

Unggahan di platform Truth Social itu muncul di tengah konflik terbuka Trump dengan Paus Leo XIV, yang mengkritik perang AS-Israel terhadap Iran sebagai hal tidak manusiawi.

Gambar tersebut memperlihatkan Trump mengenakan jubah putih dengan tangan seolah menyembuhkan seseorang, dengan latar simbol-simbol AS seperti Patung Liberty dan pesawat tempur.

Unggahan itu memicu kritik luas, termasuk dari kalangan konservatif religius yang selama ini menjadi basis pendukung Trump.

"Ini penistaan yang menjijikkan. Iman bukan alat," tulis tokoh Partai Republik Brilyn Hollyhand, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Selasa (14/4).

Trump kemudian membantah bahwa gambar itu dimaksudkan sebagai sosok Yesus.

"Itu maksud seharusnya saya sebagai dokter yang menyembuhkan orang," katanya kepada wartawan di Gedung Putih.

Namun, sejumlah pakar menilai visual tersebut jelas mengambil referensi ikonografi Yesus sebagai penyembuh, termasuk penggunaan cahaya yang identik dengan simbol keilahian.

Di tengah kontroversi itu, Trump juga menegaskan tidak akan meminta maaf kepada Paus Leo.

"Tidak ada yang perlu saya minta maafkan. Dia salah," kata Trump.

Ia menilai Paus pertama dari AS itu keliru karena menentang kebijakan AS terhadap Iran.

"Paus Leo mengatakan hal-hal yang keliru. Ia sangat menentang langkah saya terkait Iran, padahal Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir," kata Trump.

Paus Leo XIV melambaikan tangan saat menaiki pesawat kepausan menjelang perjalanan apostolik pertamanya ke Aljazair, Angola, Kamerun, dan Guinea Ekuatorial, di Bandara Fiumicino, dekat Roma, Italia, 13 April 2026. Foto: REUTERS/Remo Casilli

Sebelumnya, pada Minggu (12/4) Trump bahkan menyebut Paus Leo "lemah terhadap kejahatan" dan "buruk dalam kebijakan luar negeri" dalam unggahan Truth Social.

Merespons itu, Paus Leo mengatakan dirinya tak takut pada pemerintahan Trump maupun mundur dari sikapnya menentang perang. Hal ini ia sampaikan saat dalam penerbangan menuju Aljazair, untuk perjalanan apostolik pertamanya pada Senin (13/4).

Ketegangan ini memperdalam hubungan yang memang sudah renggang antara Trump dan Vatikan, terutama terkait isu perang Iran dan kebijakan imigrasi.