Trump: Upaya Pemakzulan Saya Adalah Kudeta

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Donald Trump di Oval Office. Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Donald Trump di Oval Office. Foto: Reuters

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam upaya pemakzulan terhadap dirinya. Dia menyebut tindakan tersebut sebagai kudeta.

"Saat saya pelajari dari hari ke hari, saya menemukan konklusi, apa yang terjadi bukan pemakzulan, tapi kudeta," ucap Trump dalam twitternya, seperti dikutip dari AFP, Selasa (2/10).

"Ini ditujukan untuk merampas kekuatan rakyat, suara rakyat, amandemen kedua mereka, agama, militer, tembok perbatasan, dan hak-hak yang diberikan Tuhan," sambung dia.

X post embed

X post embed

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo melarang lima orang pejabat Kemlu untuk diperiksa atas dugaan penyalahgunaan kekuasaan oleh Trump.

Pompeo menuduh upaya pemakzulan yang dilakukan Partai Demokrat sebagai tindakan perundungan dan penghinaan terhadap diplomat Kementerian Luar Negeri.

Merespons ucapan Pompeo, Partai Demokrat menyatakan pemerintahan Trump secara nyata menghalangi penyelidikan.

Pemakzulan Trump dimulai sejak pekan lalu. Trump dituduh menggunakan jabatannya untuk menekan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky agar memeriksa bakal calon presiden AS Joe Biden dan anaknya Hunter Biden terkait dugaan korupsi sebuah perusahaan minyak di Ukraina.

Di perusahaan itu, Hunter duduk di dalam jajaran direksi. Saat ini perusahaan gas tersebut tengah diperiksa oleh kejaksaan Ukraina.

Trump dituding Partai Demokrat menekan Zelensky segera menyelidiki dugaan korupsi tersebut. Politikus Partai Republik itu juga dituduh mengiming-imingi dana bantuan militer agar Joe dan Hunter Biden segera diselidiki.