Trump Utus Orang Kepercayaan ke Rusia, Dorong Finalisasi Akhir Perang Ukraina

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengirim orang kepercayaannya, Steve Witkoff, ke Moskow pada pekan depan. Trump berharap Witkoff dapat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin dan membantu negosiasi damai perang Ukraina.

Kabar mengenai dikirimnya Witkoff, yang merupakan utusan khusus Pemerintah AS, disampaikan Trump lewat unggahan di Truth Social, Selasa (24/11). Ia menyebut kini hanya ada beberapa poin yang masih belum disepakati Rusia dan Ukraina terkait penghentian perang.

“Saya berharap dia bisa bertemu Putin serta Presiden Ukraina, tetapi hanya jika persetujuan mengakhiri perang ini berada di tahap final atau tahap terakhir,” kata Trump seperti dikutip dari AFP.

Steve Witkoff (kiri) berbicara di hadapan Presiden AS Donald Trump dalam upacara pelantikan Jaksa Penuntut Sementara AS untuk Distrik Columbia, di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, DC, pada (28/5). Foto: Jim Watson/AFP

Terpisah, seorang pejabat AS yang meminta namanya disamarkan mengungkap bahwa sudah ada poin-poin yang direvisi dan sejalan dengan kepentingan Ukraina. Sebelumnya, usulan perdamaian dari AS dipandang Ukraina lebih menguntungkan Rusia.

Pejabat itu secara singkat memastikan usulan terbaru ini jauh lebih baik dari sebelumnya.

Adapun Gedung Putih dalam keterangan terpisah menyebut usulan damai dari AS telah mengalami progres besar. Namun, terdapat beberapa detail yang masih harus didiskusikan kembali.

Perang Ukraina yang dimulai dengan invasi skala besar Rusia pada 2022 membuat serangan antarkedua negara terjadi hampir setiap hari.

Sejumlah petugas mengevakuasi warga yang tertimbun bangunan hancur akibat serangan pesawat tak berawak Rusia saat konflik Rusia dan Ukraina di Zaporizhzhia, Ukraina, Jumat (21/3/2025). Foto: Stringer/Reuters

Pada Selasa (25/11) waktu setempat, Rusia meluncurkan serangan masif ke kawasan Zaporizhzhia. Sebuah bangunan tujuh lantai hancur akibat serangan tersebut, sementara 12 warga Ukraina dirawat di rumah sakit karena luka-luka.

Sehari sebelumnya, Rusia menyerang Ibu Kota Kiev dengan drone dan hujan rudal. Sejumlah bangunan di Kiev hancur dan tujuh orang dilaporkan tewas.