Tsamara Amany: 90% Tidak Akan Nyaleg di 2024, Tapi Bakal Dukung Capres

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kutua DPP PSI, Tsamara Amany. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kutua DPP PSI, Tsamara Amany. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Tsamara Amany kembali berbicara terkait dirinya yang keluar dari partai politik yang membesarkan namanya, PSI.

Kepada kumparan, Tsamara mengaku saat ini membutuhkan ruang yang lebih leluasa dan menjadi independen untuk menyuarakan isu-isu perempuan. Ia dengan yakin menyebut tidak akan kembali mencalonkan diri di Pemilu 2024.

"Aku akan jujur, per hari ini meskipun banyak parpol yang datang ke aku, aku sangat menghargai dan menekankan bahwa hubunganku dengan parpol di Indonesia itu baik, tapi 90% aku enggak balik untuk Pemilu 2024," kata Tsamara ketika berkunjung ke kantor kumparan, Kamis (14/7).

Ia menyebut sejumlah partai sudah secara langsung membuka percakapan untuk memintanya bergabung, meski tidak pernah dilakukan secara formal, yakni PKB, PAN, Gerindra hingga NasDem.

kumparan post embed

Tsamara menambahkan, berada di partai politik akan membuat orang beranggapan bahwa isu perempuan yang diperjuangkan nantinya hanya untuk mendulang suara partai semata.

"Kalau aku di dalam kerangka politik yang partisan, orang akan sulit menganggap aku serius. Orang akan menganggap Tsamara mau bicara isu-isu perempuan cuma mau dapet suara aja, mau memperjuangkan partainya, dan enggak tulus," paparnya.

Tsamara merupakan tokoh politisi PSI yang menyerap suara terbanyak sebagai Caleg DPR di 2019 di Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Jakarta Selatan, meskipun partainya tetap tidak lolos ke Senayan. Ia pun menyebut tetap akan bersuara dan mendukung tokoh yang dinilai layak untuk didukung saat waktunya tiba di Pemilu 2024.

Kutua DPP PSI, Tsamara Amany. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

"Kenapa enggak 100%, karena enggak ada yang tahu apa yang akan terjadi sama kita. Tetapi bukan berarti aku nggak punya passion dukung tokoh," ujarnya.

Meski demikian, Tsamara menekankan bahwa tokoh capres yang akan didukung harus memiliki sejumlah kriteria. Di antaranya adalah masih muda, menaruh perhatian besar kepada perempuan dan tidak tinggal diam dalam menghadapi kasus pelecehan seksual.

"Aku akan terlibat di 2024 karena presiden itu punya power dan aku pengin mendukung presiden yang muda, punya concern isu perempuan, ada pelecehan seksual dia berani speak up, ada isu yang bicara kesempatan lebih kepada perempuan dia berani memperjuangkan itu. Aku ingin memastikan pengin presiden yang pro perempuan duduk di kursi tertinggi," ungkap Tsamara.