Tujuan Kanada Akui Negara Palestina: Jaga Two State Solution

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perdana Menteri Kanada Mark Carney menghadiri sebuah acara di markas besar malam pemilihan Partai Liberal di Ottawa, Ontario, Kanada, Selasa (29/4/2025). Foto: Jennifer Gauthier/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Kanada Mark Carney menghadiri sebuah acara di markas besar malam pemilihan Partai Liberal di Ottawa, Ontario, Kanada, Selasa (29/4/2025). Foto: Jennifer Gauthier/REUTERS

Kanada akan mengakui negara Palestina dalam Majelis Umum PBB yang akan berlangsung pada September mendatang. Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan, keputusan mengakui negara Palestina adalah untuk menjaga kemungkinan two state solution.

Dikutip dari Reuters, Kamis (31/7), Carney mengatakan langkah tersebut didasarkan pada komitmen Otoritas Palestina untuk reformasi, termasuk komitmen untuk mereformasi pemerintahan secara fundamental dan menggelar pemilihan umum 2026. Diharapkan Hamas tidak bisa berpartisipasi dalam pemilihan umum 2026.

Kanada sejak lama menyatakan hanya akan mengakui negara Palestina setelah perundingan damai dengan Israel berakhir. Namun, Carney menyebut realita di lapangan seperti kelaparan yang dialami warga Gaza berarti prospek negara Palestina benar-benar surut.

"Alasan lainnya adalah ancaman terorisme Hamas yang meluas terhadap Israel, percepatan pembangunan pemukiman di sepanjang Tepi Barat dan Yerusalem Timur, dan pemungutan suara Knesset yang menyerukan aneksasi Tepi Barat," kata Carney.

"Kanada mengutuk fakta bahwa pemerintah Israel membiarkan bencana terjadi di Gaza," lanjutnya.

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut baik keputusan Kanada untuk mengakui negara Palestina.

Warga Palestina berkumpul untuk menerima makanan dari dapur umum, di tengah krisis kelaparan, di Nuseirat, Jalur Gaza tengah, Senin (20/7/2025). Foto: Ramadan Abed/REUTERS

"Pengakuan itu akan menghidupkan kembali prospek perdamaian di wilayah," kata Macron.

Namun, pengakuan yang dilakukan Kanada dikecam Israel dan AS.

"Perubahan posisi pemerintah Kanada saat ini merupakan hadiah bagi Hamas dan ancaman terhadap upaya untuk mencapai gencatan senjata di Gaza, dan kerangka kerja pembebasan para sandera," kata Kemlu Israel dalam sebuah pernyataan.

PM Israel Benjamin Netanyahu juga memberikan pernyataan yang serupa usai pengakuan negara Palestina oleh Prancis dan Inggris.

Sementara pejabat Gedung Putih mengatakan Presiden Donald Trump menilai pengakuan terhadap negara Palestina adalah langkah yang salah dan merupakan hadiah yang menguntungkan Hamas.

Keluarga sandera asal Israel yang kasih ditahan di Gaza juga menyerukan tidak ada pengakuan terhadap negara Israel sebelum anggota keluarga mereka dibebaskan.

"Pengakuan semacam itu bukan langkah menuju perdamaian, melainkan pelanggaran yang jelas terhadap hukum internasional dan moral yang berbahaya dan kegagalan politik yang meligitimasi kejahatan perang yang mengerikan," kata Forum Keluarga Sandera.