Tukang Bubur Pembunuh Siswi SD di Bogor Gelisah Lalu Serahkan Diri

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Barang bukti pembunuhan seorang Siswi SD di Bogor. Foto: Lutfan Darmawan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Barang bukti pembunuhan seorang Siswi SD di Bogor. Foto: Lutfan Darmawan/kumparan

Haryanto (23) gelisah usai membunuh Fira Angella Nurhidayah (7). Ia kemudian melarikan diri ke Surabaya, lalu ke kampung halamannya di Pemalang, sebelum akhirnya menyerahkan diri.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Bogor Kabupaten, AKBP AM Dicky. Menurutnya, faktor gelisah menjadi salah satu penyebab pelaku menyerahkan diri.

"Untuk yang kita ketahui sejak awal kita memang mencari dari pada penyewa kontrakan tersebut. Kita lakukan komunikasi dengan Polsek Mulo, Polres Pemalang, untuk lakukan pengawasan cek keberadaan tersangka," kata Dicky dalam jumpa pers di Mapolres Kabupaten Bogor, Jumat (5/7).

Tersangka pembunuhan seorang Siswi SD di Bogor. Foto: M.Lutfan Darmawan/kumparan

"Setelah komunikasi anggota Polsek lakukan cek ke sana karena mengetahui daripada pelaku, nah, ini (kata) mereka pelaku ini khawatir, tidak tenang, juga akhirnya keluarganya menyerahkan pelaku ke polsek selanjutnya dibawa ke Polres (Pemalang)," sambungnya.

Setelah dibawa ke Polres Bogor, Haryanto yang kesehariannya bekerja sebagai tukang bubur ini langsung diperiksa intensif. Polisi juga langsung menggelar rekonstruksi di lokasi pembunuhan. Saat ini motif yang sudah diketahui dari pelaku adalah karena korban menolak permintaan pelaku agar mencium dirinya.

embed from external kumparan

"Jadi seperti diketahui yang bersangkutan (pelaku) punya kelainan seksual. Jadi awalnya untuk penuhi kebutuhan seksual tersebut," kata dia.

Pelaku pun terancam pasal berlapis yakni Pasal 338 KUHP dan Pasal 80 UU Perlindungan Anak. Haryanto terancam hukuman 12 tahun penjara.