Tulang Belakang Sulami Lurus Seperti Bambu

Tim dokter RSUD Dr Moewardi Surakarta yang menangani Sulami, warga Sragen pengidap tulang kaku menyatakan, pasien tersebut terserang penyakit "autoimun" dengan jenis "ankylosing spondylitis" disertai "skleroderma".
"Pasien Sulami terserang penyakit autoimun jenis ankylosing spondylitis gabung yang disertai skleroderma," kata ketua tim dokter RSUD Dr Moewardi Surakarta, Arif Nurudin, di Solo, Rabu (1/2), seperti dilansir Antara.
Menurut dokter spesialis penyakit dalam tersebut, penyakit autoimun yaitu sistem kekebalan tubuh pasien menyerang sel-sel dalam tubuh sendiri.
"Penyakit kelainan kekebalan tubuh ini dapat berdampak terhadap banyak sekali bagian tubuh dan juga jenisnya," kata Arif Nurudin.
Menurut dia, pasien Sulami sejak dirawat di RSUD Moewardi Solo pada 25 Januari 2017 hingga sekarang mendapatkan semua fasilitas yang ada.
"Pasien ini, dipastikan mendapat semua fasilitas proses pengobatan yang cukup," katanya.
Arif Nurudin menjelaskan penyakit ankylosing spondylitis merupakan suatu bentuk peradangan kronis dari tulang belakang, atau disebut "spine" dan sendi-sendi tulang menjadi kaku.
"Skleroderma merupakan penyakit autoimun penebalan pada kulit. Berdasarkan hasil radiologi, tulang belakang pasien Sulami, lurus seperti bambu," katanya.
Menurut dia, jenis penyakit tersebut tergolong langka, sehingga harus dilakukan penanganan khusus. Untuk itu timnya akan menekankan pada rehabilitasi medis untuk mengurangi ketergantungan pasien kepada orang lain.
Sulami, warga Desa Mojokerto, Kedawung, Kabupaten Sragen, mendapatkan perawatan intensif setelah dirujuk ke RSUD Dr Moewardi Solo pada Rabu (25/1).
Menurut Kepala Bagian Humas RSUD Dr Moewardi Surakarta Elysa, Sulami masuk RSUD Dr. Moewardi Solo dengan membawa surat rujukan dari RSU Sragen.
Sulami dibawa ke Poliklinik Penyalit Dalam dan sudah diperiksa oleh dokter Arif Nurudin, spesialis penyakit dalam dan dr Bintang Sucahyo, spesialis Ortopedi.
Pasien Sulami menjalani rawat inap di Bangsal Mawar 1 Nomor 3 RSUD Dr Moewardi Solo dengan menggunakan pelayanan Kartu Indonesia Sehat (KIS).
