Tulisan Arab 'Dinas Sosial' Kabupaten Tasikmalaya Jadi Sorotan

Tulisan Arab di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya menjadi perbincangan khalayak. Hal yang menjadi sorotan adalah penulisan huruf Arab di papan nama yang tidak sesuai kaidah abjad pegon.
Abjad pegon merupakan tulisan huruf hijaiyah yang sudah disesuaikan atau dimodifikasi untuk menuliskan Bahasa Jawa, Bahasa Madura, bahka Bahasa Sunda. Tulisan 'Dinas Sosial' berbahasa Arab di bagian depan kantor Dinsos Kab Tasikmalaya itu dinilai salah jika mengacu pada abjad pegon.
Netizen menuding pemerintah kabupaten asal-asalan menulis bahasa Arab di setiap kantor dinas karena citra Tasikmalaya sebagai pusat keagaaman besar di Jawa Barat. Kabupaten Tasikmalaya memiliki 800 pesantren yang tersebar di seluruh wilayahnya.
Sejumlah netizen bahkan menyalahkan Pemkab Tasikmalaya yang tidak berkonsultasi dengan ahli bahasa ketika menuliskan bahasa Arab di kantor dinas.
Salah satu netizen di akun Twitternya juga memberikan penjelasan menurut versinya sendiri tulisan Arab yang benar.
Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Tasikmalaya Aziz Priyadi menerima sejumlah krtikan dari masyarakat. Aziz membenarkan seluruh kantor dinas di Kabupaten Tasikmalaya ditulis menggunakan bahasa Arab.
Aziz mengatakan adanya tulisan Arab itu atas instruksi dari Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum. Menurut Aziz, sebelum membubuhkan bahasa Arab, institusinya saat itu telah berkonsultasi dengan ahli bahasa.
"Tujuannya itu, untuk mengenalkan kearifan lokal," ujar Aziz, di kantornya Selasa (25/6). "Memang ini kebijakan Pak Uu pada waktu itu. Oleh tim ahli yang ditunjuk pemerintah".
Aziz heran publik baru mempermasalahkan tulisan Arab itu sekarang. Menurut dia, keberadaan tulisan Arab itu sejak tahun 2017.
Aziz tak banyak menjelaskan apa yang akan dilakukan institusinya menanggapi kritikan netizen soal tulisan Arab di setiap kantor SKPD yang ada di Tasikmalaya. Dia bergegas menghindari pertanyaan pewarta soal tulisan Arab yang kini viral di media sosial.
