Tumpukan Kayu Terbawa Banjir Penuhi Pesisir Desa Bawozaua, Nias Selatan
·waktu baca 2 menit

Hamparan pantai di Nias Selatan kini tertutup lautan kayu gelondongan dan serpihan batang pohon yang terbawa arus dari hulu, memenuhi permukaan air hingga hampir tak terlihat lagi wujud pantainya. Ombak terpecah oleh kayu-kayu itu.
Tumpukan kayu berwarna cokelat kusam itu saling berhimpitan, menghadirkan pemandangan yang bukan hanya mengganggu keindahan pesisir, tetapi juga mengisyaratkan ancaman ekologis serius bagi laut, nelayan, dan kehidupan pesisir setempat.
Kayu-kayu itu diduga tersapu bencana banjir dan longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Diduga, kayu itu terbawa arus dari Sibolga, memenuhi pesisir pantai Desa Bawozaua, Nias Selatan, pada Minggu (30/11).
Pada hari itu, tampak sejumlah warga memenuhi pantai untuk mengambil kayu yang masih bisa dimanfaatkan. Mereka bergantian mengambil kayu yang mengapung dan memindahkannya ke pesisir.
Berikut potret kayu-kayu tersebut:
Hamparan kayu ini bukan hanya ditemukan di Desa Bawozaua. Sebelumnya, ramai juga hal serupa terjadi di Tapanuli Selatan, sebagaimana disampaikan oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.
“Ada dua desa, yang mungkin kalau pernah muncul di video itu ada kayu-kayu gelondongan besar segala macam, ternyata itu di Tapanuli Selatan. Itu makanya kayu-kayu besar sampai masuk rumah segala macam itu,” ujar Suharyanto dalam Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Banjir-Longsor di Aceh dan Sumatera yang digelar secara daring, Minggu (30/11).
Suharyanto juga menyebut, untuk dampak bencana di Sumatera Utara, kerusakan terberat berada di Tapanuli Selatan.
