Tumpukan Sampah di Babelan: Jadi Keluhan Warga-DLH Cari Solusi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tumpukan Sampah di Kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (30/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tumpukan Sampah di Kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (30/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Sejumlah titik di Jalan Pulo Timaha, Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dipenuhi tumpukan sampah. Pantauan kumparan pada Selasa (30/6), terdapat dua lokasi pembuangan sampah liar di kawasan yang sama.

Lokasi pertama berada di tepi jalan yang berbatasan langsung dengan kali. Tumpukan sampah tidak hanya memenuhi bahu jalan, tetapi juga menutupi aliran kali sehingga air tampak tidak dapat mengalir dengan lancar.

Berbagai jenis sampah terlihat bercampur tanpa pemilahan. Sampah organik dan anorganik menumpuk menjadi satu, mulai dari sisa dapur, plastik, popok sekali pakai, bantal bekas, kain, rambut, hingga bekas alat kontrasepsi. Di antara tumpukan tersebut juga terlihat satu bungkus besar kerupuk yang masih tersusun rapi dalam kemasan-kemasan kecil, diduga dibuang karena sudah tidak layak konsumsi.

Di lokasi kedua, tumpukan sampah berada di sisi jalan yang berbatasan langsung dengan hamparan sawah. Pemandangan persawahan yang seharusnya menjadi ruang terbuka hijau justru kontras dengan keberadaan sampah yang menumpuk di tepi jalan. Sebagian sampah bahkan mulai merambat ke badan jalan hingga memakan sekitar seperempat lebar jalan. Kondisi tersebut membuat pengendara harus menghindar ke sisi lain saat melintas.

Di beberapa titik juga terlihat bekas pembakaran sampah. Sebagian tumpukan tampak menghitam dan masih menyisakan abu, meski belum diketahui siapa yang melakukan pembakaran tersebut.

Seorang warga yang memiliki toko bunga di sekitar lokasi, Sutarni (63), mengatakan tumpukan sampah liar mulai muncul sekitar tiga tahun terakhir. Menurutnya, ketika ia mulai berjualan sekitar empat tahun lalu, lokasi tersebut belum dipenuhi sampah.

Tumpukan Sampah di Kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (30/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

"Setahu saya ya sekitar tiga tahun-dua tahunan lah. Yang sejalan Kedaung ini ya, yang sebelah kanan dari saya berdiri di sini. Saya berdiri di sini, toko bunga ini sekitar 4 tahun lebih lah gitu. Tapi di sana waktu itu belum ada sampah, tapi setelah itu sudah ada ya sekitar 3 tahunan lah," ujar Sutarni kepada kumparan, Selasa (30/6).

Ia menduga kebiasaan membuang sampah sembarangan dipengaruhi oleh tidak semua warga memiliki layanan pengangkutan sampah. Menurutnya, warga yang tinggal di perumahan umumnya membayar iuran kebersihan setiap bulan, sedangkan sebagian masyarakat lainnya kemungkinan tidak mendapatkan layanan serupa atau terkendala biaya.

Sutarni juga menyebut pelaku pembuangan sampah diduga berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pedagang hingga sebagian warga sekitar yang enggan membayar iuran pengangkutan sampah.

"Setahu saya sih pedagang, sama ya ada perumahan yang mungkin bayar malas gitu, jadi mungkin ada juga yang dibakar di rumah, ada juga yang dipungut dari RT begitu," jelas Sutarni.

kumparan post embed

Menurutnya tumpukan sampah tersebut sudah mengganggu aktivitas warga. Maka itu ia berharap pemerintah menyediakan fasilitas pembuangan sementara yang memadai agar sampah dapat langsung diangkut menggunakan truk sebelum menumpuk di pinggir jalan.

Keberadaan tumpukan sampah tersebut, menurut Sutarni, membuat warga sekitar merasa terganggu. Meski demikian, ia mengaku sulit menegur pelaku karena mereka biasanya membuang sampah saat kondisi jalan sedang sepi.

Sutarni berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi memberikan solusi dengan menyediakan tempat penampungan sampah yang dapat langsung diangkut menggunakan truk agar sampah tidak lagi berserakan dan menimbulkan bau.

"Sarannya, ya mohon perhatikan untuk masyarakat kecil, dikasih tempat untuk seperti bak sampah yang bisa langsung penuh diangkut pakai truk, atau yang bak mobil itu lho, truk itu yang bisa langsung diangkat, penuh angkat, gitu. Jadi tidak semebar ke mana-mana dan membau busuk ke mana-mana, itu saja," ujarnya.

kumparan post embed

DLH Sebut Sampah Sering Diangkut

Tumpukan Sampah di Kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (30/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Menanggapi hal itu, Humas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, mengatakan pihaknya berencana mengangkut sampah tersebut pada Rabu (1/7).

"Besok, rencananya mau diangkat. Rencananya kita mau turun alat berat, tapi lihat situasi kondisi jalan kecil banget, potensi macet tinggi. Pakai manual besok akan kami sikapi," kata Dedi saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2026).

Dedi menyebut tumpukan sampah di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi.

Menurutnya, petugas DLH sudah beberapa kali melakukan pengangkutan, namun sampah kembali menumpuk.

"Iya sudah berulang kali kami angkut bukan kali pertama ini saja. Awareness (kesadaran) warganya masih rendah, padahal kami siap melayani," ujarnya.

kumparan post embed