Tumpukan Sampah di Kota Yogya, Pemda DIY Terpaksa Bawa Sampah ke TPA Piyungan

6 Juni 2024 17:31 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tumpukan sampah tampak di Jalan Affandi, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Rabu (5/6/2024). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tumpukan sampah tampak di Jalan Affandi, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Rabu (5/6/2024). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) terpaksa "buka kembali" TPA Piyungan setelah kemunculan tumpukan sampah di jalan protokol di Kota Yogyakarta.
ADVERTISEMENT
"Kita melakukan akselerasi percepatan sampai kemarin terakhir menyiapkan untuk membuka kembali, dalam tanda kutip ya, tidak perlu disebarkan di TPA Piyungan buka meneh (lagi), tidak (dibuka)," kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Beny Suharsono di Kepatihan Pemda DIY, Kamis (6/6).
"Karena kedaruratan luar biasa. Sampah kami geser ke Piyungan," jelasnya.
Langkah ini dilakukan agar sampah di Kota Yogyakarta tertangani.
"Sampah numpuk kalau tidak dibantu tidak bisa," katanya.
“Iya terpaksa kami buka, kan ada celah kemarin terjadi penurunan (sampah di TPA Piyungan). Sampah busuk, ada penurunan kita gunakan untuk tutup sampah dari kota bebernya.
Tumpukan sampah tampak di Jalan Affandi, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Rabu (5/6/2024). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Tumpukan sampah tampak di Jalan Affandi, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Rabu (5/6/2024). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Total akan ada 750 ton sampah dari Kota Yogya yang digeser ke TPA Piyungan.
"Baru terangkut 500 ton," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Sampah di Jalan Protokoler
Sebelumnya, pantauan kumparan kemarin, sampah menumpuk di tengah pembatas jalan sepanjang sekitar tiga meter. Sampah-sampah tersebut pun menimbulkan bau yang tak sedap.
Padahal jalan tersebut merupakan jalan yang padat pengendara. Wisatawan juga kerap melintas jalan yang menghubungkan Kota Yogyakarta dengan Kabupaten Sleman itu.
"Ya semenjak depo-depo ditutup itu (diberlakukan penjadwalan)," kata Atik pedagang makanan di Jalan Affandi.
Sampah di jalan yang terkenal dengan nama Jalan Gejayan ini dibuang oleh orang yang tak dikenal. Mereka biasanya membuang pada malam hari.
"Nggak habis pikirnya gini yang dijagain depo (sampah) aja. Mbok yang di sini titik-titik rawan dijaga gitu lho," katanya.
"Kadang satu pikap itu berhenti di situ langsung diuncal-uncalke (sampahnya dilempar)," bebernya
ADVERTISEMENT