Tunggak SPP Rp 50 Ribu, Siswa di NTT Tak Boleh Ikut Ujian
·waktu baca 2 menit

Puluhan pelajar Kelas XIII di SMAN 2 Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, dipulangkan dan tak bisa ikut ujian sekolah karena masih menunggak uang semester dan belum menyelesaikan tugas karya tulis. Salah satu siswa kelas XII jurusan IPS, Dian, mengaku ia masih punya tunggakan SPP sebesar Rp 50 ribu.
"Tunggakan uang sekolah sudah disampaikan ke orang tua, namun orang tua minta agar pihak sekolah mengizinkan saya ikut ujian dulu. Nanti habis ujian, besok lusa, ada uang baru dikasih," kata Dian saat diwawancarai, Kamis (18/4).
Namun, kata Dian, permintaannya itu ditolak. Dian mengaku diminta menyelesaikan dulu semua tunggakannya baru bisa masuk dan mengikuti ujian.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 2 Maumere, Andreas Benyamin Edi, menjelaskan ada dua alasan mengapa pihak sekolah memulangkan sejumlah siswa tersebut. Selain karena menunggak uang sekolah di semester sebelumnya, siswa tersebut juga belum menyelesaikan karya tulis yang merupakan syarat mengakhiri studi.
"Berdasarkan dua alasan ini, para siswa dipulangkan dan tidak diperkenankan mengikuti ujian," ungkap Andreas Benyamin Edi.
Hal senada juga diungkapkan Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum Kesiswaan, Hendrik Hadir. Menurutnya, masih banyak siswa yang belum menuntaskan tugas karya tulis, mulai dari belum dijilid hingga belum dicetak.
"Kemarin mereka sudah berjanji untuk selesaikan dan banyak yang sudah masukan sehingga hari ini mereka sudah bisa ikut ujian. Tunggakan uang sekolah ini sebenarnya akumulasi dari tahun kemarin dan semester kemarin. Pembayarannya juga bertahap agar tidak berat. kenyataannya masih ada tungggakan," ungkap Hendrik Hadir.
Ia mengungkapkan, ada sekitar 20 siswa yang dipulangkan oleh sekolah. Para siswa ini nantinya bisa mengikuti ujian susulan pada Senin (22/4) mendatang.
"Ada banyak cara untuk mengatasinya. Pihak sekolah pasti ada solusi. Kita bertemu dan komunikasi dengan orangtua, kita tahu masalahnya. Yang penting ada ada kesepakatan kapan tanggal berapa bisa dibayar dan anak pasti mengikuti ujian susulan," tambahnya.
Sementara itu Pengawas Sekolah, Muryati, mengatakan, tiap sekolah pasti mempunyai aturan. Salah satu karya tulis adalah syarat yang harus dipenuhi siswa baru bisa mengikuti ujian.
"Kalau bagi kami sekolah tidak salah. Pasti sekolah sudah mengingatkan dari semester ke semester agar orang tua tahu kewajibannya. Karena orang tua punya kewajiban untuk bayar uang sekolah. Sekolah sudah ingatkan, tapi orang tua masa bodoh. Uang sekolah negeri tidak tinggi amat. Pembayarannya juga bertahap," ungkap Muryati .
