Turis asal China Mulai Berkunjung ke Thailand, Disambut dengan Bunga dan Hadiah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wisatawan dari penerbangan Xiamen Airlines disambut oleh pejabat kesehatan dan pemerintah Thailand saat mereka tiba di Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, Senin (9/1/2023). Foto: Jack Taylor/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Wisatawan dari penerbangan Xiamen Airlines disambut oleh pejabat kesehatan dan pemerintah Thailand saat mereka tiba di Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, Senin (9/1/2023). Foto: Jack Taylor/AFP

Turis asal China pada Senin (9/1) mulai berdatangan mengunjungi Thailand untuk pertama kalinya dalam tiga tahun sejak pandemi COVID-19 melanda.

Kedatangan para turis itu disambut dengan antusias di bandara Bangkok — mereka diberikan bunga dan goodie bag berisi hadiah oleh pejabat kesehatan dan anggota pemerintahan.

Kedatangan pelancong asal China tersebut menyusul pencabutan berbagai protokol kesehatan ketat dan sehari usai Partai Komunis mengizinkan warganya bepergian ke luar negeri mulai 8 Januari 2023.

Sejumlah 269 turis yang tiba dari Kota Xiamen, China, disambut dengan pemberian bunga dan goodie bag yang berisi hand sanitizer dan masker wajah.

Gestur menyenangkan ini direspons dengan baik oleh para pelancong, salah satunya adalah Jiang Shanna.

“Saya sangat senang dan hampir tidak percaya,” ujarnya, seperti dikutip dari AFP.

Wisatawan dari penerbangan Xiamen Airlines disambut oleh pejabat kesehatan dan pemerintah Thailand saat mereka tiba di Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, Senin (9/1/2023). Foto: Jack Taylor/AFP

“Saya mengunjungi Thailand selama sebulan untuk menyelam dan sangat familiar berkunjung ke sini, cuacanya juga bagus,” jelas dia.

Jiang mengaku sempat panik di menit-menit terakhir sebelum keberangkatan atas kemungkinan pembatasan aturan perjalanan mendadak.

Sebab, ia sudah memesan tiket pesawat sejak dua minggu lalu dan otoritas bandara di Xiamen tidak ada yang mengetahui soal kebijakan pembatasan COVID-19 terbaru Thailand bagi turis asal China.

“Kami khawatir kebijakannya akan berbeda dari apa yang kami harapkan dan kami akan dihentikan dari penerbangan,” ungkap Jian.

Perempuan berusia 36 tahun itu kemudian menambahkan, dirinya mengaku lega karena sudah bisa tiba di Thailand tanpa kendala apa pun.

Peran China pada Pertumbuhan Ekonomi Thailand

Sambutan hangat dari Thailand kepada para turis asal China ini tentunya memiliki alasan khusus.

Sebelum pandemi, pendapatan pariwisata di Negeri Gajah Putih itu sangat bergantung pada pelancong asal China. Sebab, mereka setidaknya telah menyumbang sebesar 30 persen dari total pemasukan wisatawan terhadap devisa Thailand.

Oleh karenanya, perekonomian Thailand yang sangat bergantung pada sektor pariwisata itu terguncang akibat pandemi COVID-19 dan krisis global.

Turis berjalan di sepanjang Jalan Khaosan, Bangkok, Thailand pada Selasa (17/5/2022). Foto: Lillian Suwanrumpha/AFP

Dengan pelonggaran pembatasan inilah, otoritas Thailand berharap keputusan Beijing dapat sekaligus membantu memulihkan pertumbuhan ekonomi yang terhambat.

Meski China diterpa lonjakan infeksi kasus COVID-19 yang menggila dalam beberapa pekan terakhir, Thailand cenderung tetap terbuka terhadap kedatangan para turis asal negara itu.

Pihaknya tidak memberlakukan protokol kesehatan ketat seperti wajib tes COVID-19 sebelum keberangkatan sebagai syarat izin masuk.

Sebaliknya, banyak negara lain seperti Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Prancis, Australia hingga India memilih untuk memperketat aturan protokol kesehatan khusus bagi pelancong asal China.

Tidak Ada Pembatasan bagi Pelancong Asing

Secara terpisah, Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan, para pelancong yang tiba di Bangkok tidak akan diminta menunjukkan sertifikat vaksinasi atau pun menjalani tes antigen.

“Keputusan itu diputuskan tidak hanya karena alasan ekonomi, tetapi juga berdasarkan informasi medis,” jelas Charnvirakul kepada wartawan di bandara.

Pertimbangan di balik pengambilan keputusan itu juga dijelaskan oleh Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand, Yuthasak Supasorn.

Pelakon Opera Tiongkok di Thailand bertahan digempuran pandemi COVID-19. Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha

Ia mengatakan, telah ada diskusi tentang syarat izin masuk ke perbatasan, tetapi masalah tersebut telah diselesaikan. “Thailand berharap untuk [menyambut] setidaknya lima juta turis China pada tahun 2023,” tutur Supasorn.

Meski demikian, sambung dia, jumlah wisatawan China yang datang ke Thailand akan lebih rendah dari sebelumnya — hanya 15 penerbangan dalam seminggu, bila dibandingkan dengan periode sebelum pandemi yang mencapai 400 penerbangan.

Sehingga, pihak berwenang memperkirakan sekitar 20 juta turis asal China akan mengunjungi Thailand sepanjang 2023, dua kali lipat lebih sedikit dibandingkan sebelum pandemi.