Turis China di Bali Kehilangan Perhiasan Senilai USD 10.000 di Hotel

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Pencurian Perhiasan. Foto: Mehaniq/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pencurian Perhiasan. Foto: Mehaniq/Shutterstock

Seorang turis asal Tiongkok melaporkan kehilangan perhiasan senilai sekitar USD $10.000 atau setara Rp179,3 juta saat berlibur di Bali. Kasus dugaan pencurian tersebut kini tengah diselidiki Polres Buleleng.

Laporan itu diterima Polres Buleleng pada Selasa (6/10/2026) dengan nomor LP/B/329/X/2026/SPKT/POLRES BULELENG/POLDA BALI.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami dugaan pencurian perhiasan milik wisatawan tersebut.

“Satreskrim Polres Buleleng telah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan awal terhadap sejumlah saksi, di antaranya pemandu wisata dari agen Bali Wisata Sukses (BWS), sopir travel, dan staf Hotel Sunari,” kata Yohana dalam keterangannya, Minggu (11/10). Saat itu, mereka meninggalkan koper, termasuk milik korban, di dalam bagasi mobil travel.

“Pengemudi bernama Syamsul membawa mobil ke garasi dan meninggalkan mobil dalam keadaan terkunci, kemudian kembali ke tempat kosnya,” jelas Yohana.

Setelah itu, pengemudi menjemput korban beserta rombongannya dan mengantar mereka ke hotel. Sebelumnya, rombongan tersebut sempat mengunjungi kawasan Bedugul dan Singaraja.

Sesampainya di kamar hotel, korban mendapati kode kunci kopernya telah berubah. Meski demikian, koper tersebut masih dapat dibuka.

“Setelah diperiksa, korban mengetahui bahwa sebuah kotak berisi perhiasan berupa emerald (batu zamrud) yang disimpan di dalam koper telah hilang,” jelas Yohana.

Korban kemudian menghubungi pemandu wisata bernama Patric dan meminta agar perhiasannya dikembalikan. Korban juga mencurigai sopir travel sebagai pihak yang mengambil perhiasan tersebut.

Namun, Patric membantah mengetahui keberadaan perhiasan itu. Ia mengaku mendampingi rombongan sejak pagi dan tidak menyentuh barang milik wisatawan.

Patric juga disebut menyarankan korban untuk melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut untuk mengungkap penyebab hilangnya perhiasan dan memastikan ada tidaknya tindak pidana pencurian.

Polres Buleleng juga berkoordinasi dengan Polsek Denpasar Selatan karena lokasi dugaan kejadian diperkirakan berada di wilayah Pulau Serangan, Denpasar Selatan. Sementara itu, korban baru mengetahui perhiasannya hilang saat berada di Lovina, Kabupaten Buleleng.

“Untuk menindaklanjuti laporan tersebut, Polres Buleleng melakukan koordinasi dengan Polsek Denpasar Selatan,” kata Yohana.