Turis Jepang di Bali Tewas Terjatuh dari Flying Fish karena Terhempas Ombak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wisatawan di Tanjung Benoa, Bali sedang menikmati wisata watersport Flying Fish. Foto: Dok. Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Wisatawan di Tanjung Benoa, Bali sedang menikmati wisata watersport Flying Fish. Foto: Dok. Shutterstock

Turis Jepang inisial KS (60) tewas dan terjatuh saat bermain wahana flying fish di Water Sport Bali Coral Tanjong Benoa, Kabupaten Badung, Bali pada Jumat (18/8) pukul 10.00 WITA.

Polisi menduga KS bersama anaknya KH (15) dan seorang instruktur bernama Wahyu terjatuh akibat flying fish miring diterjang angin dan ombak. Dugaan ini berdasarkan hasil gelar perkara sementara.

"Pas lagi (flying fish) berjalan ada hempasan ombak, terpental sehingga tidak bisa dihindari hal tersebut," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Jansen Avitus Panjaitan, Rabu (23/8).

Polisi memastikan pengelola memiliki izin dan beroperasi sesuai standar. Jansen tak merinci standar operasional wahana flying fish. Salah satu di antaranya adalah turis menggunakan pelampung dan didampingi oleh instruktur.

"SOP-nya dia sudah. Kita tahu bahwa permainan flying fish ini salah satu permainan yang cukup berisiko. Jadi orang-orang bernyali di situ," katanya.

Polisi menduga penyebab kematian KS adalah akibat faktor alam. Namun, polisi tetap menyelidiki ada atau tidak unsur pidana kelalaian dalam peristiwa ini.

Peristiwa ini bermula pada saat keluarga KS yang terdiri dari KS, istri dan tiga anak mereka bermain flying fish pada Jumat (18/08) pukul 10.00 WITA.

Sesi pertama oleh dua anak KS yang didampingi oleh driver boat bernama Zaini dan infrastruktur bernama Wahyu. Mereka bermain selama lima menit dan berhasil mendarat dengan selamat.

Sesi kedua oleh KS dan KH. Pada ketinggian 40 meter dari pantai tiba-tiba fly fish oleng dan miring ke kanan. Infrastruktur terjatuh dan disusul kedua korban.

"WNA Jepang, kedua korban terlepas dari pegangan dan terjatuh sekitar 3 meter dari atas air," kata kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Jansen Avitus Panjaitan dalam keterangan rilisnya, Sabtu (19/8).

Kedua korban lalu ditarik oleh karyawan ke daratan. Korban KS ditemukan dalam keadaan pingsan, sedangkan KH ditemukan sadar dengan luka pada pelipis kiri.

Karyawan kemudian memberikan pertolongan pertama dengan memompa dada korban KS. Namun, korban KS tetap tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia

"Kemudian sudah dilakukan gelar awal oleh Polda Bali, sementara belum ditemukan faktor lain penyebab kematian kecuali karena kecelakaan. Penyebab kecelakaan itu salah satunya adalah karena faktor alam," katanya.

Di sisi lain, Keluarga menolak permohonan polisi untuk mengautopsi korban. Keluarga berencana memulangkan jenazah korban dalam waktu dekat.