Tutup 7 Bulan karena Corona, Wisata Desa Penglipuran, Bali, Dibuka Besok

Sejak Maret 2020, Desa Penglipuran, Bali, tak menerima kunjungan wisatawan karena pandemi virus corona. Kawasan yang disebut sebagai desa paling bersih di dunia ini akhirnya kembali membuka akses wisata mulai Sabtu (17/10).
Bendesa Adat Penglipuran, I Wayan Supat, mengatakan pembukaan wisata atas keputusan bersama para warga dan tokoh desa adat. Menurut dia, warga sudah siap membuka wisata meski pandemi corona belum berakhir.
"Tanggal 14 Oktober lalu forum desa adat rapat dan disetujui untuk buka mulai besok tanggal 17 Oktober," kata Supat saat dihubungi, Jumat (16/10).
Dia menuturkan, warga yang ingin berwisata wajib menjalankan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, suhu tubuhnya dicek, mencuci tangan, dan menjaga jarak minimal 1 meter.
Selain itu, jumlah wisatawan yang diizinkan masuk akan dibatasi. Sedikitnya, 50 persen dari kapasitas desa. Para pengelola sedang membahas hal ini.
"Kalau sebelum pandemi siapa pun kita izinkan masuk tanpa ada cek suhu, memakai masker, dan imbauan jaga jarak. Saya berharap warga antusias ke Penglipuran," kata dia.
Di desa ini para wisatawan bisa menikmati keasrian alam sekaligus belajar budaya Bali melalui tata ruang rumah warga, properti, atau kegiatan tari.
"Penglipuran ini wisata edukasi. Mereka yang datang biasanya penelitian, kegiatan belajar budaya, menari dan kuliner," kata Supat.
