Tutut hingga Bambang Tri Masih Jadi Manajemen Yayasan yang Kuasai TMII 44 Tahun

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mbak Tutut, putri sulung Soeharto. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mbak Tutut, putri sulung Soeharto. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Pemerintah secara resmi telah mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita. Yayasan ini dibentuk oleh Tien Soeharto pada 1968.

Yayasan Harapan Kita selama bertahun-tahun memang lekat dengan keluarga Cendana. Lalu, siapa saja keluarga Soeharto yang masih menjadi manajemen Yayasan Harapan Kita?

Dilihat dari situs tamanmini.com, masih ada anak-anak Soeharto yang menempati posisi di manajemen. Putra Soeharto, Bambang Trihatmodjo menjadi Pembina yayasan. Kemudian, Siti Hardiyanti Indra Rukmana alias Tutut menjadi ketum Yayasan Harapan Kita.

Anak Soeharto yang lain, Sigit Harjojudanto juga menjadi ketua yayasan ini. Sementara itu, suami Tutut, Indra Rukmana menjabat sebagai Ketua Pengawasan Yayasan Harapan Kita.

Bambang Trihatmodjo. Foto: Instagram/@mayangsaritrihatmodjoreal

Berikut susunan manajemen Yayasan Harapan Kita dan TMII:

Yayasan Harapan Kita

Pembina

Soehardjo

Bambang Trihatmodjo

Dr. Rusmono

Ketua Umum

Hj. Siti Hardiyanti Indra Rukmana

Ketua

Sigit Harjojudanto

Sekretaris

Tubagus Sulaeman

Wakil Bendahara

Sri Moempoeni

Ketua Pengawas

Indra Rukmana

Issantoso

Dewan Komisaris TMII

Ketua

Prof. Dr. Bambang Wirabarta

Anggota

Drs. Rizal Basri

Bambang Parikesit, SH.MM

Dr. Prasetyono, MA

Maliki Mift, SIP.MH

Sekretaris

Ir. Suherman

Dua pengunjung berswa foto dengan latar belakang Museum Penerangan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Manajemen TMII

Direktur Utama

Drs. Tanribali Lamo, SH.

Direktur Umum

Drs. Taufik Sukasah, M.SI.

Direktur Operasional & Pengembangan

Drs. Maulana Cholid

Direktur Penelitian, Pengembangan, dan Budaya

Putu Supadma Rudana, MBA.

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama menjelaskan bahwa selama ini tidak ada setoran ke kas negara dari TMII.

"Selama ini tidak ada ke negara," kata Setya, Rabu (7/4).

Alasan TMII tidak menyetor karena pendapatan minus. "Katanya minus, disubsidi oleh YHK, bisa dikonfirmasi ke Badan Pengelola," ujarnya.