Tyler Robinson Tulis Pesan Ancaman Sebelum Bunuh Charlie Kirk
·waktu baca 2 menit

Sebelum menghabisi nyawa Charlie Kirk, terduga pelaku pembunuhan, Tyler Robinson, sempat mengirimkan pesan mengenai rencananya itu.
Hal itu disampaikan oleh Direktur FBI Kash Patel pada Senin (15/9) waktu setempat. Kirk tewas pekan lalu akibat tembakan yang mengarah ke lehernya, saat sedang debat di salah satu kampus di Utah.
Pihak aparat keamanan saat ini sudah menangkap Robinson dan terus memeriksanya secara intensif.
“Penyidik meyakini Tyler Robinson juga menulis sebuah catatan mengenai kesempatannya menghabisi Charlie Kirk,” ujar Patel dalam wawancara bersama Fox News, seperti dikutip dari Reuters.
“Catatan itu sudah dihancurkan, tapi penyidik berhasil menemukan bukti bahwa itu ada dan mengkonfirmasi isinya lewat investigasi,” sambung dia.
Patel tidak mengungkap kepada siapa pesan itu dikirimkan. Selain apakah ada pihak lain yang sempat melihat pesan itu juga tidak dibeberkan ke publik.
Sampai sekarang motif dari penembakan Kirk masih diselidiki. Dari hasil awal investigasi, Kirk diduga kuat beraksi sendiri.
Namun, otoritas keamanan di AS tetap menyelidiki apakah ada sosok lain yang terlibat dalam rencana pembunuhan atau tidak.
Sekilas Tyler Robinson dan Charlie Kirk
Tyler Robinson berasal dari keluarga Mormon dan Republikan di Utah. Sebagai Republikan, keluarga tersebut memegang nilai-nilai konservatif.
Robinson memiliki catatan akademis yang kuat di sekolah menengah, bahkan mencetak skor ujian masuk perguruan tinggi yang menempatkannya di persentil teratas secara nasional.
Robinson mendapatkan beasiswa ke Universitas Negeri Utah (Utah State University) dan kuliah di sana selama satu semester pada tahun 2021. Setelah itu, ia beralih ke sekolah kejuruan, Dixie Technical College, saat ini menjadi mahasiswa tahun ketiga di program magang kelistrikan.
Sedangkan Kirk adalah Republikan pendukung Trump. Dia menyebarkan nilai-nilai konservatif lewat debat di forum terbuka, podcast, dan saluran lainnya. Pendapatnya yang blak-blakan tentang identitas gender, ras, migran, dan pendidikan, tak jarang memicu kontroversi.
Bagi pendukungnya, Kirk adalah masa depan konservatisme. Tapi bagi penentangnya, retorika Kirk dianggap ekstrem dan berbahaya.
