UAH Akan Laporkan ke Bareskrim Pihak yang Sebar Fitnah Soal Donasi Palestina

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ustaz Adi Hidayat. Foto: Youtube/Adi Hidayat Official
zoom-in-whitePerbesar
Ustaz Adi Hidayat. Foto: Youtube/Adi Hidayat Official

Sejak Palestina terus diserang Israel, donasi dari berbagai pihak di Indonesia terus bergulir. Nilai uang yang berhasil dikumpulkan dari donasi ini juga tidak main-main bahkan sampai miliaran rupiah.

Salah satu yang mengumpulkan donasi untuk Palestina, yakni Ustaz Adi Hidayat (UAH). UAH bahkan berhasil mengumpulkan donasi hingga Rp 30,88 miliar.

Dalam satu kesempatan, UAH lalu menyalurkan donasi itu melalui MUI senilai Rp 14,3 miliar. UAH menyerahkan peruntukan donasi untuk Palestina itu kepada MUI.

"Ke MUI sudah kita transfer kita titipkan untuk hal-hal bermanfaat. Saya dengar nanti akan dibentuk rumah sakit sehingga ada jariyah berkepanjangan," kata UAH dikutip dari channel Youtube, @adihidayatofficial, Senin (31/5).

Anggota organisasi buruh mengibarkan bendera Palestina saat protes terhadap Israel di luar gedung PBB di Jakarta, Selasa (18/5). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS

Itu belum termasuk donasi yang disalurkan melalui Kedutaan Besar Palestina di Indonesia senilai Rp 5 miliar, dan lainnya.

Sayangnya, penyerahan donasi dengan nilai Rp 14,3 miliar itu justru dipandang berbeda oleh sebagian pihak. Ada yang mempertanyakan dikemanakan sisa donasi yang telah terkumpul.

Yang cukup ramai komen terkait bantuan itu yakni Eko Kuntadhi. Lewat akun twitternya, dia mencuit soal bantuan yang disalurkan.

"Alhamdulillah. Terkumpul Rp 60 m, diserahkan Rp 14 m," tulis Eko lewat akun @eko_kuntadhi. Eko memang selama ini dikenal sebagai pendukung Jokowi.

X post embed

Ustaz Adi Hidayat lalu menjawab berbagai sorotan soal dugaan aliran uang terkait donasi terhadap Palestina. Bahkan, UAH siap menempuh jalur hukum.

"Ada sebagian yang kami tempuh langkah hukum. Saya sudah katakan, jangan pernah ganggu singa yang sedang berzikir. Karena kalau sudah mengaum itu sulit dihentikan. Jadi ada beberapa bagian yang kami sudah skemakan saya siapkan supaya menjadi pelajaran yang baik," ujar UAH.

facebook embed

Pria jebolan Pondok Pesantren Daarul Arqom Muhammadiyah Garut itu kini tak main-main. UAH tak akan menerima jalur damai untuk urusan ini.

"Tolong jangan siapkan banyak meterai, karena saya punya banyak meterai pada orang-orang yang fitnah. Saya tempuh langkah hukum dan sudah koordinasi dengan pengacara juga lainnya. Kalau pun Anda hapus, saya dapat laporan dihapus, saya dari awal kami ini tim riset jadi tak sembarangan kalau ada coba-coba berbuat sesuatu sudah tercatat di sistem kita, sudah kami download duluan dan kami screenshot," kata UAH.

video youtube embed

Lulusan Kuliyyah Dakwah Islamiyyah Libya itu juga mengingatkan kepada semua yang sudah menuding di media sosial untuk bersiap bila nanti ada tindakan dari polisi. Sebab, UAH mengaku sudah berkoordinasi dengan Dit Siber Bareskrim Polri untuk urusan ini.

"Sampai komen-komen itu lho di bawah-bawah sudah kena screenshot semua jadi mohon izin ya teman-teman sudah komen yang jelek yang fitnah yang apa sudah ada datanya semua. Tinggal proses aja nanti ke depannya seperti apa," tutur dia.

"Kita juga sudah koordinasi dengan Bareskrim Polri di Siber supaya bisa diberikan pelajaran," ucap dia.