UGM Gelar Salat Gaib untuk 2 Mahasiswanya yang Meninggal saat KKN di Maluku

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah civitas academica UGM menggelar salat gaib untuk 2 mahasiswa KKN UGM yang meninggal dunia akibat perahu terbalik di perairan Maluku, Rabu (2/7/2025). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah civitas academica UGM menggelar salat gaib untuk 2 mahasiswa KKN UGM yang meninggal dunia akibat perahu terbalik di perairan Maluku, Rabu (2/7/2025). Foto: Dok. Istimewa

Sejumlah civitas academica UGM menggelar salat gaib untuk 2 mahasiswanya yang meninggal dunia saat melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Perahu yang mereka tumpangi kandas dihantam ombang di perairan Debut, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku.

Salat gaib digelar di Masjid Kampus (Maskam) UGM, Rabu (2/7).

"Jadi pelaksanaan salat gaib ini sebagai wujud keprihatinan kami sebagai civitas academica UGM atas musibah yang dialami anak-anak kami, adik-adik kami mahasiswa, di lokasi KKN," kata Takmir Masjid Kampus UGM Mohamad Yusuf.

Yusuf berharap kedua almarhum mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Tuhan. "Diterima amal ibadahnya, diampuni segala dosa dan kesalahannya," ujarnya.

Sejumlah civitas academica UGM menggelar salat gaib untuk 2 mahasiswa KKN UGM yang meninggal dunia akibat perahu terbalik di perairan Maluku, Rabu (2/7/2025). Foto: Dok. Istimewa

Kedua mahasiswa ini kata Yusuf meninggal dunia saat sedang mengabdi kepada masyarakat.

"Tentu dalam perspektif Islam, kegiatan yang dilakukan mahasiswa kami adalah bentuk jihad. Jihad secara akademik maupun jihad terkait keterlibatan mereka untuk membangun masyarakat," katanya.

Dua mahasiswa UGM yang tewas saat KKN di Maluku Tenggara, 1 Juli 2025. Foto: Dok UGM

Sebelumnya, perahu yang ditumpangi 7 mahasiswa Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM terbalik di perairan Debut, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Selasa (1/7) kemarin. Ombak setinggi 2,5 meter jadi penyebabnya.

Dalam peristiwa ini 2 mahasiswa UGM meninggal dunia yakni Septian Eka Rahmadi mahasiswa prodi Teknologi Informasi dan Bagus Adi Prayogo mahasiswa Fakultas Kehutanan.

Saat itu rombongan sedang mengangkut pasir dari Pulau Wearhu menuju Desa Debut. Pasir akan digunakan mahasiswa untuk membangun tempat pengolahan sampah (TPS) yang jadi program mereka.