UGM Simpulkan Tak Ada Gas Alam di Kasus Kebakaran Misterius Sleman
·waktu baca 2 menit

Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM menyampaikan kesimpulan final penelitan di kasus kebakaran misterius yang terjadi 125 kali di sebuah rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman.
Tim peneliti menyimpulkan tidak ada temuan gas alam dalam kasus kebakaran misterius tersebut.
"Berdasarkan hasil penelitian Tim PKPE-FT UGM dan mengacu pada Prinsip Teori Segitiga Api menyimpulkan bahwa medan elektromagnetik terukur pada level aman yang berarti bukan pemantik nyala api," kata Koordinator Tim PKPE Fakultas Teknik UGM, Alva Edy Tontowi, saat konferensi pers di kantornya, Sabtu (13/6)
"Sumber api bukan dari rembesan gas alam dari bawah permukaan (lantai)," katanya.
Lanjutnya tak ditemukan gas alam yang bisa terbakar sendiri di rumah tersebut.
Hasil pemetaan bawah permukaan menggunakan teknologi Georadar dan Geolistrik tidak ditemukan lapisan di bawah permukaan sebagai sumber gas alam, dan retakan yang ditemukan dinterpretasi tidak mengandung gas alam.
"Tidak ada anomali termal dan tidak ditemukan gas yang dapat menyala sendiri secara alami (self-ignition) pada suhu kamar," tegasnya.
Dari temuan tim peneliti, api yang membakar material dalam kasus tersebut kemungkinan berasosiasi dengan adanya resin poly vinyl chloride atau PVC.
PVC ini mudah terbakar jika bertemu sumber api (ignition).
"Resin ini telah ditemukan pada residu pembakaran berdasarkan pengujian metoda FTIR," kata Alva.
PVC ini dijumpai dari residu kebakaran di dinding keramik maupun kayu atau tripleks.
"Saat PVC terbakar, akan muncul gas hidrogen klorida," katanya.
Gas tersebut bisa terbaca sebagai gas hidrogen oleh detektor gas yang mempunyai sensor membran H2, seperti pada temuan pertama UGM beberapa waktu lalu.
"Fenomena ini disebut cross sensitivity. Gas hidrogen klorida yang memiliki atom hidrogen di dalam molekulnya akan membuat elektroda sensor hidrogen bereaksi dan alat seolah membaca ada gas hidrogen," katanya.
Penelitian ini dinyatakan sudah selesai. Hasil akan diserahkan kepada BPBD Sleman.
