UII Gratiskan Kuliah Mahasiswa yang Terdampak Bencana Sumatera, Apa Kriterianya?
ยทwaktu baca 2 menit

Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta siap menggratiskan kuliah mahasiswanya yang keluarganya terdampak kategori sangat berat bencana banjir dan tanang longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Betul (kampus siap menggratiskan)," kata Rektor UII Fathul Wahid melalui pesan singkat, Jumat (5/12).
Kondisi terdampak sangat berat yang dimaksud kriteria sebagai berikut:
- Salah seorang atau kedua orang tua kandung atau yang membiayai, meninggal dunia akibat bencana alam.
- Rumah dan harta benda hancur.
- Sumber mata pencaharian hancur.
Bentuk bantuan pada kondisi terdampak sangat berat sebagai berikut:
- Bebas Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP) sampai dengan lulus studi normal.
- Bebas angsuran sumbangan Catur Dharma yang belum dibayarkan.
- Bantuan biaya hidup sebesar Rp 400.000 per bulan, selama 3 (tiga) bulan.
- Biaya studi yang terkait (Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kerja Praktik, Tugas Akhir, Praktikum).
54 Mahasiswa Terdampak
Fathul mengatakan sampai sore ini sudah ada 54 mahasiswa yang melapor keluarganya terdampak banjir dan tanah longsor.
"Sampai sore ini ada 54 mahasiswa yang melapor terdampak banjir dan tanah longsor," katanya.
Namun, belum diketahui dari 54 mahasiswa itu berapa orang yang masuk kategori terdampak sangat berat.
"Kami sedang verifikasi sebelum kami masukkan ke surat keputusan untuk mendapatkan bantuan berdasar tingkat keterdampakan. Mahasiswa UII dari ketiga provinsi jauh lebih banyak dibandingkan angka itu. Tidak semua terdampak," jelasnya.
Di sisi lain, Fathul juga telah mendapatkan laporan adanya mahasiswa yang mengalami keterlambatan kiriman uang saku dari orang tua.
"Karena masih proses verifikasi, angka pasti berapa (yang kiriman uang saku telat) belum bisa didapatkan," jelasnya.
Di liar kategori terdampak sangat berat, bantuan menyesuaikan dengan dampak yang dirasakan mahasiswa.
"Sisanya menyesuaikan (bantuannya). (Pendataan) masih proses," kata Fathul.
