UII Luncurkan Shelter Isolasi Pasien Corona untuk Bantu Pemkab Sleman
·waktu baca 2 menit

Kapasitas ruang isolasi corona di Kabupaten Sleman bertambah setelah kampus Universitas Islam Indonesia (UII) membuka shelter isolasi corona di Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang KM 14, Ngaglik, Sleman, Senin (14/6).
Rektor UII Fathul Wahid menjelaskan bahwa shelter ini merupakan hasil kerja sama antara UII, Pemkab Sleman, dan gerakan kemanusiaan Sambatan Jogja (Sonjo). Shelter yang merupakan rumah susun mahasiswa atau rusunawa ini akan digunakan untuk pasien corona tanpa gejala dan gejala ringan.
“Gedung ini untuk pesantrenisasi semester tahun baru dan genap mahasiswa baru yang akan mengikuti pesantren. Sudah setahun ini tidak digunakan,” kata Fathul saat peluncuran, Senin (14/6).
Fathul menjelaskan bahwa rusunawa ini mampu menampung 72 orang. Mekanisme untuk bisa tinggal di shelter ini yaitu melalui surat pengantar dari puskesmas kemudian akan di screening ulang dan ditempatkan di shelter tersebut.
Untuk logistik juga akan dipenuhi oleh UII, Sonjo, dan dibantu Kabupaten Sleman. Seperti Sonjo misalnya mereka mempunyai jaringan lokal untuk memenuhi makan para penghuni shelter.
“Kita gotong royong memutus rantai penyebaran corona. Donatur akan kita terima dengan lapang lagi,” katanya.
UII juga menyiapkan sejumlah dokter jaga di shelter tersebut. Selain itu clining servis dan satpam, hingga tenaga logistik juga telah mendapatkan pelatihan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menjelaskan bahwa selain dari UII dan Sonjo, pembiayaan shelter ini juga akan dibantu APBD.
“Kemarin kita punya dua shelter (Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang) karena kita perkirakan kasus akan melonjak, kita siapkan tambahan shelter. Anggaran dua shelter kita usulkan tambah dan disetujui,” ujar Joko.
Joko menjelaskan kondisi Rusunawa Gemawang saat ini sudah penuh. Sementara untuk Asrama Haji sudah terisi sekitar 60 persen. Shelter UII ini juga memudahkan warga di Sleman utara untuk isolasi tanpa merasa kejauhan.
“Ada kalanya masyarakat tidak mau di shelter karena jauh,” ujarnya.
Sementara itu, Pemkab Sleman juga akan menempatkan 6 tenaga kesehatan dari Shelter Rusunawa Gemawang dan Asrama Haji. Harapannya dengan tenaga kesehatan yang berpengalaman pelayanan akan optimal.
