Ukraina Desak Negara Barat Hukum Rusia dan Beri Sanksi Baru

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tentara Rusia di perbatasan Ukraina. Foto: Andrey Kronberg/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Tentara Rusia di perbatasan Ukraina. Foto: Andrey Kronberg/AFP

Ukraina mendesak negara Barat menghukum Rusia dengan memberi sanksi baru termasuk mengeluarkan Rusia dari sistem pembayaran global SWIFT. Hal itu demi mencegah Rusia melancarkan aksi militer ke Ukraina.

Mengutip Reuters, Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, menyatakan mereka belum menerima informasi baru yang mengindikasikan agresi militer Rusia ke Ukraina.

Namun, menurut Kuleba, tak ada salahnya bagi negara Barat untuk segera bertindak, demi mencegah hal tersebut terjadi.

“Saya tidak memiliki informasi untuk dapat mengatakan bahwa keputusan melancarkan operasi militer terhadap Ukraina sudah diambil. Jadi, ini bisa berjalan ke dua arah,” kata Kuleba kepada Reuters.

“Dan inilah mengapa reaksi Barat, reaksi yang terkonsolidasi dari Barat, sangatlah penting sekarang, untuk mencegah Putin … membuat keputusan tersebut," lanjut Kuleba.

kumparan post embed

Kedua negara saling menyalahkan atas gagalnya gencatan senjata di wilayah Donbass, di mana tentara Ukraina telah melawan pasukan yang didukung Rusia dalam konflik yang disebut telah merenggut nyawa 14.000 orang sejak 2014.

Kuleba menyebut, ia telah mendesak dilaksanakannya pertemuan Menteri Luar Negeri Uni Eropa pada Senin untuk mempertimbangkan mengeluarkan Rusia dari SWIFT sebagai sanksi, jika Rusia terus memperkeruh situasi.

Ia juga mengatakan, belum ada respons yang diterima Ukraina dari Rusia atas undangan Presiden Volodymyr Zelenskiy kepada Putin untuk membicarakan perdamaian di zona konflik Donbass.