Ukraina Makin Dekat dengan Barat, Kian Jauh dari Pengaruh Rusia
·waktu baca 2 menit

Pemimpin Uni Eropa sepakat membuka perundingan keanggotaan Ukraina. Namun, mereka belum setuju memberikan paket dana bantuan senilai 50 miliar euro setara Rp 852 triliun ke negara pecahan Uni Soviet tersebut.
Pada KTT di Belgia, hanya satu orang yang menolak pembicaraan keanggotaan Ukraina yaitu Hungaria. Akan tetapi pemimpin Uni Eropa lainnya tetap menyetujui perundingan keanggotaan Ukraina, dan membiarkan PM Hungaria Viktor Orban meninggalkan ruangan KTT.
Orban mengatakan, seharusnya anggaran dana Uni Eropa disalurkan ke prioritas lainnya temasuk pengelolaan migrasi dibanding untuk Ukraina. Sejak 2022 Ukraina masih bertempur melawan operasi militer Rusia.
Untuk pemberian bantuan dana ke Ukraina dibutuhkan suara bulat dari 27 pemimpin negara anggota UE. Kendati ada penolakan dari Orban, pemimpin negara UE lainnya optimis kesepakatan mengenai bantuan dana bisa terwujud.
"Kami masih punya waktu, Ukraina tidak akan kekurangan uang dalam beberapa waktu ke depan," kata PM Belanda Mark Rutte seperti dikutip dari Reuters.
"Saya cukup yakin kami akan memperoleh kesepakatan pada awal tahun depan, yang kami pikirkan mungkin pada akhir Januari," sambung dia.
Atas keyakinan dari pemimpin UE lainnya, Orban merespons bahwa Ukraina tak bisa memperoleh bantuan dalam jumlah sebesar itu karena bukan dari blok Barat tersebut.
Sejumlah pemimpin UE pun langsung beraksi terhadap penolakan keras Orban. Kiev dipastikan masih bisa menerima bantuan di luar anggaran Uni Eropa bila blokade masih dilakukan Hungaria.
Gagalnya kesepakatan pemberian bantuan, datang beberapa jam setelah UE sepakat membuka perundingan keanggotaan Ukraina. Keputusan itu adalah langkah maju bagi keinginan Ukraina bergabung dengan blok Barat.
Keanggotaan penuh mungkin baru terwujud beberapa tahun mendatang. Tetapi, keputusan di KTT Brussels pada Jumat (15/11) mendekatkan Ukraina pada cita-citanya bergabung dengan Barat dan membebaskan pengaruh Rusia dari negaranya.
"Ini adalah hari kemenangan bagi Ukraina. Sebuah kemenangan bagi seluruh Eropa. Sebuah kemenangan yang memotivasi, memberi inspirasi dan kekuatan," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Kanselir Jerman, Olaf Scholz, menyambut positif semakin dekatnya Ukraina dengan Uni Eropa.
"Ini adalah pertanda kuat bagi dukungan terhadap Ukraina," tegas Scholz.
