Umat Hindu di Surabaya Gelar Pawai Ogoh-ogoh Sambut Hari Raya Nyepi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pawai Ogoh-ogoh di Pura Segara, Kenjeran, Surabaya. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pawai Ogoh-ogoh di Pura Segara, Kenjeran, Surabaya. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan

Sejumlah umat Hindu di Kota Surabaya dan sekitarnya menggelar pawai ogoh-ogoh di Pura Segara, Kejeran, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (6/3). Pawai diselenggarakan menyambut perayaan Hari Raya Nyepi 1941 Saka.

Pantauan kumparan, pawai sejauh tiga kilometer dimulai pukul 15.30 WIB. Pawai ini menempuh rute Pura Segara, kemudian ke Jalan Memet, dilanjut ke Jalan Gading Pantai, ke Jalan Kenjeran, dan Jalan Wiratno. Pawai kemudian berakhir di Pura Segara.

Pawai ini menghadirkan dua belas ogoh-ogoh yang diarak mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Pawai Ogoh-ogoh di Pura Segara, Kenjeran, Surabaya. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan

Anggota Walaka Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Nyoman Sutantra, mengatakan ada arti dari angka 12 yang diwujudkan dalam jumlah ogoh-ogoh. Sebelas ogoh-ogoh artinya kesatuan dan keharmonisan, sementara satu ogoh-ogoh kecil menandakan dua belas bulan dalam setahun.

"Ada 11 ogoh-ogoh yang besar dan 1 yang kecil. 11 (ogoh-ogoh) artinya memang kembar (angka satu yang sama), kan gini semua keharmonisan jadi semua manusia dan sang pencipta, harmonis manusia dengan alam, manusia dengan manusia harmonis. Dan 12 artinya apa? setahun itu, isinya 12 bulan makanya ada kecil 12 itu," kata Nyoman di lokasi pawai.

video youtube embed

Menurutnya, Hari Nyepi pada tahun 2019 bertemakan 'Catur Brata Penyepian Sukseskan Pemilu 2019'. Nyoman menyebut apabila catur brata tergapai, maka dharma shanti atau harmonis dan kedamaian juga dapat tergapai.

"Pesan kita, dharma shanti dan tri hita karana (tiga terciptanya kebahagiaan) karena kita harmonis itu kan selalu, kita sucikan pikiran kita dengan keharmonisan dan kebijaksanaan. Kemudian sucikan perkataan kita dengan kesantunan dan perbuatan kita dengan baik," ungkapnya.

Pawai ogoh-ogoh berakhir sekitar pukul 17.19 WIB. Pawai diakhiri dengan tarian kecak di depan Pura Segara. Kemudian, dilanjut dengan pembakaran ogoh-ogoh serta pentas tari di Jalan Abdul Latif, Kenjeran, Surabaya.

Pawai Ogoh-ogoh di Pura Segara, Kenjeran, Surabaya. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan