Umat Nasrani di DKI Dianjurkan Ibadah di Rumah untuk Cegah Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Misa Natal di Gereja katedral, Jakarta Pusat, Rabu (25/12).  Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Misa Natal di Gereja katedral, Jakarta Pusat, Rabu (25/12). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Virus corona di DKI Jakarta menyebar begitu luas. Masyarakat Ibu Kota diminta melakukan pembatasan jarak, atau social distancing.

Setelah MUI mengeluarkan fatwa ibadah Jumat dilaksanakan di rumah, Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) bersama Keuskupan Agung Jakarta ikut menyerukan agar ibadah umat nasrani, baik Kristen Protestan dan Katolik dilangsungkan di rumah.

"Saat ini kami sepakat untuk menyerukan pelaksanaan peribadatan kita 2 minggu ke depan, kita dapat menundanya dan melaksanakannya di rumah melalui petunjuk pedoman yang dilakukan masing-masing gereja," kata perwakilan PGI Jakarta, Pendeta Manuel Raintung di Balai Kota DKI Jakarta, Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (19/3).

Kebaktian di Gereja Kristen Indonesia Jatinegara, Minggu (11/8). Foto: Ajo Darisman/kumparan

Hal senada juga diserukan perwakilan dari Keuskupan Agung Jakarta. Umat Katolik yang berada di DKI juga diminta beribadah di rumah dalam periode waktu yang sama.

"Sebagaimana dikeluarkan Keuskupan Agung Jakarta, semua peribadatan dan doa-doa diselenggarakan pada pribadi dan di rumah masing-masing sehingga mengurangi wabah ini menular lebih jauh," kata perwakilan Keuskupan Agung Jakarta, Romo Suyudi.

Angka persebaran virus corona di Jakarta dalam beberapa hari ini memang tinggi. Dalam 18 hari terakhir sudah ada sekitar 200 kasus corona yang terjadi di Jakarta.

Dari jumlah tersebut, 17 orang meninggal di Jakarta akibat virus ini. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun menyebut, Ibu Kota saat ini menjadi episenter penyebaran virus corona.

kumparan post embed