Umat Yahudi Langgar Social Distancing, Walikota New York Berang

kumparanNEWSverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota komunitas Yahudi Ortodoks mengenakan masker saat menghadiri pemakaman seorang rabi yang meninggal karena virus corona di Borough Park, Brooklyn. Foto: Getty Images/Spencer Platt
zoom-in-whitePerbesar
Anggota komunitas Yahudi Ortodoks mengenakan masker saat menghadiri pemakaman seorang rabi yang meninggal karena virus corona di Borough Park, Brooklyn. Foto: Getty Images/Spencer Platt

Walikota New York City Bill de Blasio marah besar atas apa yang disaksikannya di jalanan Brooklyn. Di tempat itu, ratusan umat Yahudi ortodoks berkumpul dalam pemakaman, mengabaikan aturan social distancing untuk mencegah virus corona.

Diberitakan New York Post, para umat Yahudi ortodoks itu berkumpul di Williamsburg, tepatnya di persimpangan Rutledge Street dan Bedford Avenue untuk memberi penghormatan terakhir pada rabbi mereka yang meninggal karena virus corona, Selasa (28/4).

Peristiwa ini terjadi di tengah perintah social distancing di New York, negara bagian dengan jumlah pasien dan kematian akibat corona terbanyak di Amerika Serikat. Tidak heran Walikota marah.

Anggota komunitas Yahudi Ortodoks mengenakan masker saat menghadiri pemakaman seorang rabi yang meninggal karena virus corona di Borough Park, Brooklyn. Foto: Getty Images/Spencer Platt

"Sesuatu yang tidak bisa diterima terjadi di Williamsburg malam ini: perkumpulan besar pemakaman di tengah pandemi. Saat mendengarnya, saya ke sana untuk memastikan mereka bubar. Apa yang saya lihat TIDAK AKAN ditoleransi selama kita masih melawan virus corona," kata de Blasio melalui Twitter.

Sejauh ini di Amerika Serikat ada lebih dari 1 juta penderita virus corona dengan hampir 60 ribu kematian. New York adalah negara bagian terparah, dengan 301 ribu penderita dan 23 ribu lebih kematian.

De Blasio sangat marah dengan perkumpulan umat Yahudi itu dan mengancam akan menangkap para pelakunya. Menurut dia, tindakan tegas ini diperlukan demi menghentikan wabah virus corona dan menyelamatkan nyawa.

Walikota New York City, Bill de Blasio. Foto: AFP/BRYAN R. SMITH

"Kita kehilangan banyak nyawa dua bulan ini, saya mengerti adanya insting untuk berkumpul saat berduka. Tapi perkumpulan hanya akan membuat lebih banyak kematian, lebih banyak keluarga yang berduka," kata de Blasio.

"Kami tidak akan membiarkannya. Saya telah memerintahkan NYPD untuk punya standar yang sama bagi seluruh kota: nol toleransi," lanjut dia lagi.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.