UMY Pastikan Beri Perlindungan kepada 3 Mahasiswi Korban Pemerkosaan
·waktu baca 1 menit

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) akan menutup rapat identitas 3 mahasiswi korban pemerkosaan MKA, mahasiswa ekonomi angkatan 2017, yang juga merupakan aktivis kampus.
Hal itu dilakukan agar korban tidak semakin trauma dengan peristiwa kelam yang dialaminya, terlebih ketiganya masih aktif berkuliah.
Rektor UMY Gunawan Budiyanto mengatakan salah satu korban mengalami tindakan bejat itu pada 2018. Korban sempat mengalami ketakutan untuk mengungkapkan hal yang dialaminya.
"Ada ketakutan, ada kecemasan, ada kekhawatiran. Makanya ini sangat kami rahasiakan (identitasnya). Ini masa depan dari mahasiswi kami, sehingga nama itu keep betul agar yang bersangkutan tidak tertekan," kata Gunawan di Kampus UMY, Bantul, Kamis (6/1).
UMY berkomitmen untuk melindungi korban agar jangan sampai menjadi korban perundungan. Pendampingan psikologis pun melekat tidak hanya di dalam kampus tapi juga bisa dilakukan di luar kampus.
"Kalau korban kuliahnya gagal rugi berkali-kali," tegasnya.
MKA sendiri telah disanksi berat yaitu dikeluarkan dengan tidak hormat dari kampus. UMY menjamin putusan ini telah dibuat seadil mungkin. Kampus juga siap memberikan pendampingan jika kasus ini dibawa ke ranah hukum.
