Ungkapan Syukur dan Harapan Suster Keuskupan Agung Jakarta Usai Ikut Misa Paus

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suster Keuskupan Agung Jakarta Delfina dan Agatha (kiri) usai menyaksikan Misa Agung bersama Paus Fransiskus di GBK, Jakarta Pusat, Kamis Malam (5/9/2024). Foto: Alya Zahra/Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suster Keuskupan Agung Jakarta Delfina dan Agatha (kiri) usai menyaksikan Misa Agung bersama Paus Fransiskus di GBK, Jakarta Pusat, Kamis Malam (5/9/2024). Foto: Alya Zahra/Kumparan

Misa Agung bersama Paus Fransiskus di Gelora Bung Karno (GBK) telah resmi berakhir, pada Kamis malam (5/9). Namun, senyuman penuh kebahagiaan masih bersemayam di wajah Delfina.

Delfina, Suster Keuskupan Agung Jakarta, mengaku sangat bersyukur atas kunjungan Paus selama di Indonesia. Terutama pada acara Misa Agung di GBK.

“Sangat senang dan bersyukur kepada Tuhan karena ada kesempatan Paus mengunjungi negara kita. Dan, tentu dengan doa-doanya, beliau memberkati negara kita juga pemerintahan kita,” ujar Delfina penuh haru.

Baginya, ada tiga pesan yang paling membekas selama proses Misa berlangsung. Pesan tersebut mengingatkan Delfina dengan daerah asalnya.

“Lalu, paling terkesan bagi saya itu ada tiga pesannya, iman, persaudaraan, dan bela rasa,” ungkapnya

Dia melanjutkan, “Ini bagi saya, saya dari Flores, yang menjunjung tinggi toleransi karena butir-butir Pancasila dilahirkan di sana, dan kami dari nenek moyang punya pesan untuk menjaga toleransi.”

Suster Keuskupan Agung Jakarta lainnya, Agatha, turut bersyukur masih diberi kesempatan bisa berjumpa dengan Paus untuk kedua kalinya.

Paus Fransiskus menyapa umat Katolik saat tiba di Stadion Madya, Jakarta, Kamis (5/9/2024). Foto: Youtube/Komsos KWI

Sebelumnya, Agatha bercerita dirinya pernah berjumpa secara langsung dengan Santo Yohanes Paulus II, pada 35 tahun yang lalu.

“Saya sungguh bersyukur setelah 35 tahun yang lalu berjumpa secara langsung dengan Santo Yohanes Paulus II, dan saya masih diberi kesempatan penuh rahmat oleh tuhan, saya boleh hadir dan ikut hadir bagi Komuni untuk umat,” cerita Agatha usai menyaksikan Misa Agung.

Agatha dan Delfina berharap Bapak Suci Paus diberikan umur yang panjang oleh Tuhan, sehingga dapat berkunjung kembali ke Indonesia

“Jadi Tuhan kalau menghendaki beliau semakin umur panjang karena semua orang sangat mengagumi Bapak Paus. Bukan hanya Umat Beragama Katolik saja,” pesan Agatha.

Adapun Delfina berpesan, “Harapan untuk Bapak Sri Paus, semoga Bapak Sri Paus tetap mendoakan Indonesia. Semoga tiga pesannya itu tetap kami sebagai warga negara Indonesia, khususnya umat Katolik, sungguh-sungguh mau menghayatinya dalam kehidupan kami sehari-hari.”