Unissula Bebas Tugaskan Dosen yang Diduga Aniaya Dokter RSI
·waktu baca 2 menit

Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Sultan Agung (Unissula) Dias Saktiawan dibebastugaskan sebagai dosen. Keputusan itu terkait dugaan kekerasan yang dilakukan Dias kepada dokter Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung, dr Astrandaya Ajie atau dr Astra.
Juru Bicara Unissula, Jawade Hafidz, mengatakan, pihaknya sudah melakukan klarifikasi kepada Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang Agus Ujianto, dokter Stefani yang saat kejadian tengah mendampingi pasien, dan Dias. Hasilnya, Dias dinyatakan bersalah.
"Dari tiga orang itu didapati kesimpulan dan rekomendasi hingga terbit SK Rektor Nomor 2663.A.1/SA/III/2023 tentang kode etik dosen Unissula. Isinya menjatuhkan sanksi kepada Dias berupa pembebasan dari tugas dan fungsi akademi sebagai dosen selama 6 bulan terhitung mulai hari ini," ujar Jawade, Kamis (18/9).
Ia menyebut, Dias tidak melakukan pemukulan terhadap dokter Astra. Namun, Dias mengucapkan kata-kata tidak pantas dengan intonasi yang keras.
"Pemukulan tidak ada, hanya suara keras berupa kata-kata yang tidak pantas. Suara itu keluar karena kekecewaan luar biasa," jelas dia.
Dekan FH Unissula itu juga mengungkap alasan Dias kecewaa dengan dokter Astra. Ia bilang karena dokter tersebut tak melaksanakan metode Intrathecal Labour Analgesia (ILA) saat istri Dias melahirkan. Padahal, seharusnya metode tersebut dilakukan saat proses lahiran dan usai melahirkan.
"ILA itu untuk membantu pasien meredakan nyeri yang luar biasa. Tapi pas persalinan, pasien tidak diberikan metode ILA, menjerit kesakitan ketika sedang bersama Stefani dan ditemani dua bidan. Sehingga suami kemudian keluar mencari Astra agar bisa segera berikan tindakan medis," kata Jaweda.
Sebelumnya, ramai di media sosial dugaan kekerasan yang dilakukan seorang dosen Unissula Semarang terhadap dokter di RSI Sultan Agung Semarang.
Dalam video yang beredar terlihat, seorang pria yang diduga Muhammad Dias Saktiawan, dosen Fakultas Hukum Unissula, sedang mengamuk dan marah kepada dokter Astra, dokter anestesia. Ia bahkan mengancam akan membakar rumah sakit.
Dokter Astra sudah melaporkan kasus ini ke Polda Jawa Tengah. Saat ini polisi masih mendalami laporan tersebut.
