Universitas Muhammadiyah Malaysia Jadi Perguruan Tinggi RI Pertama di LN

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, pada konpers pendirian Universiti Muhammadiyah Malaysia, Kamis (12/8). Foto: YouTube/Muhammadiyah
zoom-in-whitePerbesar
Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, pada konpers pendirian Universiti Muhammadiyah Malaysia, Kamis (12/8). Foto: YouTube/Muhammadiyah

Muhammadiyah resmi mendirikan sebuah perguruan tinggi di Malaysia, dengan nama Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM). Surat Kelulusan pendirian ini diterbitkan pada 5 Agustus 2021 oleh Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia.

Kabar ini disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, KH Haedar Nashir. Menurut Haedar, UMAM menjadi universitas ke-164 yang didirikan oleh Muhammadiyah.

“Pendirian UMAM itu merupakan tonggak baru pendirian perguruan tinggi Indonesia pertama di luar negeri. Jadi, UMAM merupakan perguruan tinggi Indonesia pertama di luar negeri,” ungkap Haedar pada konferensi pers pendirian UMAM, Kamis (12/8).

“Kami sampaikan sebagai milestone, tonggak, yang dimaksudkan sebagai terusan gerakan mencerdaskan kehidupan bangsa dan pengembangan perguruan tinggi di ranah global, di kawasan negara serumpun,” lanjutnya.

Menurut Haedar, jalan yang dilalui PP Muhammadiyah membuka perguruan tinggi di negeri orang tidaklah mudah. Upaya dimulai dengan pendirian Perseroan Terbatas (Sendirian Berhad) di Malaysia pada tanggal 8 Februari 2017 dengan nama University Consortium Muhammadiyah Malaysia (UCMM) Konsortium Sdn. Bhd.

Kuliah lagi? Why not banget! Foto: Istimewa

UCMM ini didirikan atas nama Haedar Nashir, Mohd Noh Bin Dalimin, Ahmad Dahlan Rais, dan Marpuji Ali Muanam.

Proses dilanjutkan dengan usaha pengajuan kelulusan, dengan melengkapi seluruh dokumen yang diperlukan. Proses ini, menurut Haedar, memakan waktu hingga lebih dari tiga tahun.

Tahapan ini berlangsung di bawah koordinasi Rektor Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Prof. Dr. H. Bambang Setiaji, bersama Tim yang dibentuk Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

“Pimpinan Muhammadiyah langsung bersama PP Muhammadiyah lainnya itu bersama tim dan Majelis Dikti, langsung kita bertemu dengan Menteri Pengajian Tinggi, artinya Menteri Pendidikan, yang saat itu dijabat oleh Dr Maszlee Malik, yang kami bertemu dengan pejabatnya yang responsnya positif,” jelas Haedar.

Setelah itu, pihak Muhammadiyah bertemu dan bersilaturahmi kepada Tuanku Raja Perlis serta Majelis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis (MAIPS), dilanjutkan sejumlah pertemuan lainnya kepada berbagai pihak oleh Tim UMAM.

Usaha pendirian universitas ini mendapatkan dukungan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim, pada 7 September 2020.

Tak hanya dari Indonesia, dukungan penuh datang dari pihak Kerajaan Perlis dan Majelis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis, lewat surat yang ditandatangani pada 8 Oktober 2020.

“Setelah dokumen lengkap, Pak Waluyo Adi (dosen UM Surakarta) bersama tim, presentasi pada 2 Juni 2021 di hadapan kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, sebagai wujud dari pertanggungjawaban proses legal,” jelas Haedar.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat bertemu Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Pada tanggal 10 Agustus 2021, bertepatan dengan tahun baru Islam 1 Muharram 1443 Hijriah, SK Kelulusan Pendirian dibacakan oleh Ketua Pengarah Jabatan Pendidikan Tinggi Malaysia, Prof. Dato Dr. Husaini Bin Omar.

Pada acara yang berlangsung secara virtual tersebut, turut hadir Raja Perlis DYTM Tuanku Syed Faizuddin Putra Ibni Tuanku Syed Sirajuddin Jamalullail, Ketua Umum PP Muhammadiyah KH Haedar Nashir, delegasi PP Muhammadiyah, serta MAIPS.

“Pada tanggal 2 Muharram 1443 H (11 Agustus 2021), Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerima salinan resmi Surat Kelulusan UMAM, bahwa universitas yang diusulkan oleh syarikat UCMM Konsortium Sdn. Bhd. yaitu Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) dinyatakan lulus sebagai Institusi Pendidikan Tinggi Swasta (IPTS) Malaysia,” pungkasnya.

Kata Haedar, operasional UMAM diharapkan dapat dimulai tahun ini. UMAM memiliki 15 program studi, dengan 5 program studi PhD (S3), 5 Master (S2), dan 5 Bachelor (S1).

Program studi jenjang PhD dan Master yang tersedia adalah Education, Business and Management, Social Sciences, Islamic studies, dan Information and Technology (IT).

Sementara untuk jenjang Bachelor, UMAM membuka program studi English Language Teaching, Business and Management, e-Business, Information and Technology (IT), dan Psychology.