Universitas Terbuka Jakarta Gelar Wisuda Periode 2 2026, Diikuti 2.051 Wisudawan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 6 menit

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rektor, Direktur, hingga Wakil Rektor Universitas Terbuka saat ditemui usai wisuda periode kedua, Minggu (27/9/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rektor, Direktur, hingga Wakil Rektor Universitas Terbuka saat ditemui usai wisuda periode kedua, Minggu (27/9/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Universitas Terbuka Jakarta (UT Jakarta) menggelar upacara wisuda periode II tahun 2026 yang berlangsung penuh khidmat pada Minggu (27/9/2026) di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Mengusung tema “Membangun Mentalitas Adaptif dalam Menghadapi Tatanan Dunia Baru”, prosesi wisuda yang dimulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini menjadi momentum penting perayaan keberhasilan akademik ribuan lulusan.

Acara ini dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. bersama Direktur UT Jakarta Drs. Moh. Muzammil, M.M., jajaran pimpinan universitas seperti Wakil Rektor 2 Dr. Adrian Sutawijaya, S.E., M.Si., Wakil Rektor 4 Dr. Hendrian, S.E., M.Si., Sekun Dr. Kurnia Endah Riana, S.E., M.Com., Direktur Sekolah Pascasarjana Prof. Dr. Maman Rumanta, M.Si., Kepala Pusat Perpustakaan dan Kearsipan Dr. Sofjan Aripin, M.Si., Wakil Direktur I Bidang Akademik pada Sekolah Pascasarjana Prof. Dr. Dewi Juliah Ratnaningsih, S.Si., M.Si. serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Meirani Harsasi, S.E., M.Si.

Kehadiran para pejabat daerah dan kepala dinas pendidikan, di antaranya Kepala Suku Dinas Pendidikan JP I Salikun, M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Jakarta Selatan Wilayah 1 Indra Ariesto, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Jakarta Selatan Wilayah II Dr. Eti Suyanti, S.Pd., M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan Jakarta Barat Suharta, M.Pd., hingga Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Chondro Wibowo, M.S., makin menegaskan sinergi UT dengan pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas.

“Yang wisuda hari ini bukan hanya sekadar seremoni atau pemberian ijazah saja, tapi ini pembuktian bahwa kerja keras Sahabat-sahabat semua, teman-teman semua menempuh pendidikan terbuka jarak jauh yang hanya satu-satunya di Indonesia yang dilakukan oleh Universitas Terbuka, dengan fleksibilitas yang sangat tinggi, di tengah kesibukan teman-teman semua dalam kehidupan sosial, bekerja, dengan segala kendala dan sebagainya, bisa selesai, bisa lulus, tidak mudah,” kata Ali saat ditemui usai wisuda periode kedua UT Jakarta, Minggu (27/9).

Secara resmi, UT Jakarta memiliki enam wilayah kerja. Namun, mahasiswa yang mengikuti pendidikan melalui UT Jakarta berasal dari lebih dari 200 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Meskipun wilayah kerja UT Jakarta itu enam ya, sebenarnya secara resmi enam wilayah kerjanya, tapi secara faktual mahasiswa kita itu berasal lebih dari 200 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Jadi sebenarnya UT Jakarta ini adalah miniatur dari ideal UT Indonesia,” ujarnya.

Menurut dia, mahasiswa UT memiliki tantangan tersendiri karena harus membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, dan aktivitas lainnya.

“Tapi sebagian teman-teman ini adalah orang-orang pekerja keras, orang-orang yang tetap berkomitmen tidak meninggalkan aktivitas kemasyarakatan, tidak meninggalkan kegiatan yang selama ini dijalankan, tapi masih berjuang dengan sungguh-sungguh, dengan segala disiplin menempuh pendidikan tinggi, baik untuk kualifikasi maupun kompetensi,” ujarnya.

Wisuda Universitas Terbuka periode kedua tahun 2026 di Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Minggu (27/9/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Sebanyak 2.051 wisudawan hadir dalam kegiatan tersebut. Adapun berdasarkan data lulusan yang dilaporkan, terdapat 4.488 lulusan yang terjaring dalam SK 698: 4.397 Tahun 2026 dan SK 1099: 91 Tahun 2026. Jumlah tersebut terdiri atas Pascasarjana 38 lulusan yang mencakup 2 doktor dan 36 magister, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 1.841 lulusan, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) 1.412 lulusan, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) 280 lulusan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 558 lulusan, serta Sekolah Vokasi 359 lulusan yang terdiri dari 48 lulusan D4 dan 311 lulusan D3.

Di antara ribuan lulusan tersebut, sejumlah nama mencatat capaian akademik yang membanggakan. Juliani, mahasiswa Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan, meraih IPK 3,87. Dari Program Studi Akuntansi, Nurul Safitri mencatat IPK 3,78. Sementara itu, Melvin Marthin Pattinaya dari Sistem Informasi meraih IPK 3,71 dan Diah Mustika Ratih dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar Masukan Guru Dalam Jabatan (In Service) mencatat IPK 3,84.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran jarak jauh tidak sematamata berbicara tentang belajar dari tempat yang berbeda. Bagi mahasiswa UT, sistem tersebut menuntut kemampuan untuk mengatur waktu, menjaga konsistensi, memanfaatkan teknologi, dan menyelesaikan tanggung jawab akademik secara mandiri.

Karakter inilah yang kemudian menjadi modal ketika lulusan memasuki dunia profesional yang bergerak cepat dan terus berubah.

Ali mengatakan proses pendidikan di UT juga menuntut mahasiswa untuk mandiri dan disiplin. Menurutnya, kedua hal tersebut menjadi bagian penting yang mengantarkan mahasiswa hingga lulus.

“Tapi begitu di Universitas Terbuka, pertama sekali teman-teman semua harus mandiri, harus disiplin mengatur waktu. Satu, dua semester mungkin masih bisa berleha-leha, tapi setelahnya tidak ada kata kompromi kecuali disiplin,” kata Ali.

Wisuda Universitas Terbuka periode kedua tahun 2026 di Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Minggu (27/9/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Dia menambahkan, wisudawan UT berasal dari berbagai latar belakang. Karena itu, para lulusan diharapkan dapat menjaga nama baik almamater melalui kontribusi mereka setelah lulus.

“Saya berharap Teman-teman semua sudah diserahkan kepada ikatan alumni, jaga nama baik UT. Karena nama baik UT hanya bisa dijaga oleh alumni-alumni yang punya kredibilitas tinggi di masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur UT Jakarta Drs. Moh. Muzammil, M.M., menekankan bahwa pengalaman belajar jarak jauh justru dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun kemampuan yang relevan dengan tuntutan dunia kerja saat ini.

Muzammil menekankan bahwa pengalaman belajar jarak jauh justru dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun kemampuan yang relevan dengan tuntutan dunia kerja saat ini. Pesan tersebut sejalan dengan pandangan Rektor UT Prof. Dr. Ali Muktiyanto dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal bagi lulusan untuk memasuki kehidupan yang lebih luas, di tengah perubahan teknologi, dunia kerja, ekonomi, dan kehidupan sosial yang berlangsung cepat. Karena itu, lulusan UT diharapkan terus mengembangkan kemampuan beradaptasi dengan tetap terbuka terhadap pembelajaran dan pengalaman baru.

Direktur Universitas Terbuka Jakarta Drs. Moh Muzammil,M,M. saat ditemui usai wisuda periode kedua Universitas terbuka, Minggu (27/9/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Mentalitas adaptif yang ditekankan tersebut tidak berhenti pada kemampuan mengikuti perkembangan teknologi. Dalam sambutannya, Rektor juga menggarisbawahi bahwa kemampuan beradaptasi perlu berjalan bersama integritas, kejujuran, tanggung jawab, etika, dan kepedulian terhadap sesama. Teknologi, menurut pesan yang disampaikan, perlu dimanfaatkan secara bijaksana untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Dengan pengalaman belajar yang menuntut kemandirian dan kedisiplinan, lulusan UT memasuki dunia kerja dengan pengalaman menghadapi berbagai kondisi pembelajaran serta memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pendidikan. Sistem pembelajaran jarak jauh juga telah melatih mahasiswa untuk mengatur waktu dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri, yang dalam sambutan rektor disebut sebagai modal penting menghadapi dunia profesional yang dinamis.

Dunia kerja modern pada akhirnya tidak hanya mempertanyakan di mana seseorang menempuh pendidikan, tetapi juga bagaimana ia menggunakan pengetahuan dan pengalaman untuk menyelesaikan persoalan. Fleksibilitas, literasi teknologi, kemampuan belajar secara mandiri, serta orientasi pada penyelesaian pekerjaan menjadi kemampuan yang semakin dibutuhkan dalam lingkungan profesional yang terus mengalami perubahan.

Mahasiswa UT mungkin tidak selalu terlihat memenuhi ruang kelas fisik setiap hari. Namun, proses belajar yang berlangsung di balik layar digital menghadirkan tantangan tersendiri. Mereka dituntut mengelola waktu di tengah pekerjaan dan keluarga, menjaga kedisiplinan, serta menyelesaikan pendidikan melalui proses yang membutuhkan ketekunan.

Dalam sambutan Rektor UT, perjalanan tersebut disebut sebagai bukti kemandirian, ketangguhan, dan daya juang para lulusan. Karena itu, toga yang dikenakan para wisudawan UT Jakarta hari ini bukan sekadar simbol kelulusan. Di baliknya terdapat perjalanan panjang untuk belajar, beradaptasi, dan menyelesaikan tanggung jawab akademik.

Setelah wisuda, perjalanan tersebut berlanjut ke ruang yang lebih luas: dunia profesional dan masyarakat yang menuntut lulusan untuk terus belajar. Pesan itu pula yang menjadi penutup penting bagi para wisudawan.

Rektor UT mengingatkan agar lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar, terus mengembangkan kompetensi, terbuka terhadap pengalaman baru, serta berani mengambil peluang. Ilmu dan pengalaman selama menempuh pendidikan di UT diharapkan menjadi bekal untuk berkarya, memberikan manfaat, dan menjaga nama baik almamater melalui integritas serta kontribusi di masyarakat.