Unpri Medan soal 5 Mayat di Kampus: Itu Cadaver, Bukan Korban Pembunuhan
·waktu baca 3 menit

Pihak Universitas Prima Indonesia (Upri) di Kota Medan buka suara soal temuan mayat di lantai 9. Mayat itu berada dalam sebuah boks berair di parkiran kampus.
Isu temuan mayat ini mulanya ramai dikaitkan dengan korban pembunuhan hingga cadaver ilegal.
Cadaver adalah mayat digunakan mahasiswa kedokteran sebagai alat praktik anatomi untuk mempelajari struktur dan fungsi organ tubuh manusia.
“Saya nyatakan tidak ada kasus pembunuhan di lingkungan kampus seperti yang diisukan di masyarakat,” kata Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Kolonel Purn Susanto Unpri dalam keterangannya persnya pada Rabu (13/12).
“Bila memang ada terjadi tindak pembunuhan di lingkungan Unpri maka saya sebagai salah satu pimpinan yang akan pertama melaporkan tindak pidana tersebut kepada pihak berwajib,” sambungnya.
Sejak tahun 2008
Susanto mengatakan, lima mayat ditemukan oleh pihak kepolisian merupakan cadaver yang digunakan kampus untuk praktik mahasiswa kedokteran Unpri sejak tahun 2008.
“Unpri Medan memiliki Fakultas Kedokteran yang berdiri sejak tahun 2008. Dan di Fakultas Kedokteran tersebut memiliki beberapa laboratorium untuk menunjang proses belajar mengajar,” kata dia.
“Salah satu laboratorium adalah laboratorium anatomi atau ilmu urai. Di dalam laboratorium anatomi salah satu media belajar adalah cadaver yaitu tubuh manusia yang diawetkan,” sambungnya.
Meski begitu, dalam konferensi pers yang digelar secara online itu, pihak kampus sama sekali tak memberikan keterangan soal temuan mayat di lantai 9. Justru itu yang awal ramai dibicarakan.
Unpri hanya fokus membahas lima temuan mayat oleh pihak kepolisian di lantai lima belas alias laboratorium.
Selain itu, Unpri juga tidak membahas terkait beredar video mahasiswa Unpri memberikan klarifikasi soal temuan mayat itu. Mereka mengatakan bahwa objek di dalam boks tersebut adalah manekin alias boneka pajang.
Sementara, Kepala Humas Universitas Prima Medan Devi Marlin saat dikonfirmasi belum memberikan respons soal mayat dalam boks di lantai 9 tersebut.
Temuan mayat
Temuan mayat ini mulanya diketahui lewat video yang beredar luas di media sosial. Dalam video itu, terlihat sejumlah mayat berada di dalam boks yang juga terisi dengan air.
“Ada mayat di Unpri lantai 9,” kata perekam video itu.
Pihak kepolisian yang mendapati informasi tersebut kemudian mendatangi lokasi di lantai 9, namun boks biru itu sudah tidak ada karena sudah dibersihkan oleh pihak kampus.
Polisi lalu melakukan penggeledahan di sejumlah lantai gedung Universitas Prima pada Senin (11/12) malam dan Selasa (12/12) pagi hingga sore hari ini.
Dari hasil penggeledahan itu, polisi menemukan lima mayat. Namun bukan di lantai 9 tapi lantai 15.
“Sementara ini kami menemukan lima mayat di lantai 15. Empat mayat laki-laki, satu perempuan. Tanpa identitas,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan Teuku Fathir kepada wartawan, Selasa malam (12/12).
