UNRI Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Dokter PPDS di Siak

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keluarga besar Fakultas Kedokteran Universitas Riau menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya dr. Alex Cristo Loris dari PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNRI. Foto: Instagram/@fkunri_official
zoom-in-whitePerbesar
Keluarga besar Fakultas Kedokteran Universitas Riau menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya dr. Alex Cristo Loris dari PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNRI. Foto: Instagram/@fkunri_official

Universitas Riau (UNRI) buka suara soal kasus tewasnya dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), Alex Cristo Loris. Alex ditemukan tewas di area semak belukar di samping pagar luar RSUD Tengku Rafian, Siak, Riau.

"Universitas Riau menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya dr. Alex Cristo Loris, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Riau," demikian pernyataan resmi UNRI lewat akun Instagram @fkunri_official, Rabu (15/7).

"Atas nama pimpinan Universitas Riau, Fakultas Kedokteran dan seluruh civitas akademika menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga yang ditinggalkan," lanjutnya.

UNRI membenarkan bahwa Alex merupakan salah satu mahasiswanya. Alex berstatus sebagai Mahasiswa PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif, semester 3 yang sedang stase luar kota di RSUD Tengku Rafi'an.

Alex Kristo Lotis (30) dokter residen yang sedang menjalani pendidikan spesialis di RSUD Tengku Rafian Siak ditemukan tewas di samping pagar rumah sakit, Selasa (14/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

UNRI juga menyatakan telah melakukan sejumlah langkah-langkah terkait kasus ini:

  1. Setelah hilang kontak pukul 18.20 WIB pada Senin tanggal 13 Juli 2026, PPDS bersama Koas dan security yang bertugas mencari keberadaan yang bersangkutan.

  2. Pada pukul 21.30 WIB, Chief Residen anestesi yang bertugas di RSUD Tengku Rafi'an menghubungi dokter supervisor dan Chief Residen di RS Pendidikan Utama.

  3. Dilakukan pelacakan melalui aplikasi "Find My iPhone" pada tanggal 13 Juli 2026 pukul 22.00 WIB sampai tanggal 14 Juli 2026 pukul 07.30 WIB, namun belum ditemukan, sehingga dokter supervisor berencana melaporkan ke Polisi.

  4. Pada tanggal 14 Juli 2026 pukul 11.30 WIB, security RSUD Tengku Rafi'an menemukan jenazah yang bersangkutan di samping RSUD.

  5. Selanjutnya Fakultas Kedokteran Universitas Riau berkoordinasi dengan Prodi dan RSUD Tengku Rafi'an. Jenazah diputuskan untuk dilakukan pemeriksaan forensik di RS Bhayangkara Polda Riau.

  6. Pelaksanaan autopsi berjalan lancar.

  7. Fakultas Kedokteran Universitas Riau memfasilitasi keluarga dalam hal pemulasaran dan transportasi menuju ke rumah duka di Bagan Batu, Kabupaten Rohil, Provinsi Riau.

  8. Perwakilan civitas akademika Universitas Riau melakukan kunjungan ke rumah duka.