Untuk Pertama Kali Zelensky Tinggalkan Ukraina, Terbang ke AS Temui Joe Biden
·waktu baca 2 menit

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam perjalanan menuju Amerika Serikat (AS). Di Washington Zelensky akan bertemu Presiden Joe Biden dan mengunjungi kongres AS.
Lawatan ke AS pada Rabu (21/12) merupakan kunjungan pertama Zelensky ke luar negeri sejak invasi Rusia ke negaranya pada Februari lalu.
"Saya akan pergi ke Washington untuk berbicara dengan Biden demi memperkuat kemampuan pertahanan Ukraina di tengah terus berulangnya serangan Rusia," ucap Zelensky seperti dikutip dari Reuters.
Menurut sejumlah sumber Zelensky hanya akan berada di AS selama beberapa jam saja. Sesudah itu langsung kembali ke Ukraina.
Saat bertemu Biden di Gedung Putih, Zelensky akan pula berdiskusi dengan sejumlah staf ahli keamanan nasional AS. Sedangkan ketika berada di Capitol Hill, Zelensky bakal menyampaikan pidato pada sesi bersama Senat dan DPR AS.
"Kunjungan akan menggarisbawahi komitmen teguh AS untuk mendukung Ukraina selama diperlukan, termasuk melalui penyediaan bantuan ekonomi, kemanusiaan dan militer," ucap jubir Gedung Putih Karine Jean-Pierre.
Lawatan Zelensky ke Washington menjadi kesempatan pertama Biden bertemu langsung dengan pemimpin Ukraina itu. Meski demikian, selama 10 bulan operasi militer khusus Rusia di Ukraina Biden rutin berkomunikasi dengan Zelensky.
AS bahkan menjadi salah satu negara Barat yang menyatakan dukungan penuh atas perjuangan Ukraina melawan Rusia.
Tidak hanya itu, AS dengan berbagai cara berupaya mengisolasi Rusia dari komunitas internasional lantaran menginvasi Ukraina. Kendati demikian, AS menghindari konflik langsung dengan Ukraina.
Oleh sebab itu, kesempatan kunjungan Zelensky ke AS akan digunakan Biden mendorong kembalinya Rusia dan Ukraina ke meja perundingan damai.
AS memang secara terbuka mendorong penyelesaian damai konflik Ukraina-Rusia. Akan tetapi, AS adalah negara yang menggelontorkan dana bantuan militer senilai USD 20 miliar kepada Ukraina sejak invasi Rusia diluncurkan.
Bantuan militer dari AS dan sekutu Barat yang nilainya mencapai jutaan miliar USD masih dianggap tidak cukup oleh Zelensky. Belum lama ini, Zelensky meminta senjata tambahan dari Barat.
