Unud Usut Perundung Mahasiswa yang Tewas Lompat dari Lantai 4
·waktu baca 2 menit

Seorang mahasiswa Universitas Udayana (Unud) berinisial TAS (22) tewas setelah jatuh dari lantai 4 (sebelumnya ditulis lantai 2) Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Jalan Sudirman, Kota Denpasar, Rabu (15/10) kemarin.
Pada hari yang sama, sejumlah percakapan mengejek korban muncul di media sosial. Percakapan itu diduga dari sejumlah mahasiswa Unud.
Ketua Unit Komunikasi Publik Universitas Udayana, Dewi Pascarani, memastikan percakapan itu terjadi setelah korban meninggal.
"Berdasarkan hasil rapat koordinasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik bersama Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Himpunan Mahasiswa Program Studi, dan mahasiswa yang terlibat dalam percakapan di media sosial, dapat dipastikan bahwa isi percakapan tersebut terjadi setelah almarhum meninggal dunia, bukan sebelum peristiwa yang menimpa almarhum," katanya dalam siaran pers, Jumat (17/10)
"Dengan demikian, ucapan nir-empati yang beredar di media sosial tidak berkaitan atau menjadi penyebab almarhum menjatuhkan diri dari lantai atas gedung FISIP," sambungnya.
Kasus perundungan usai korban tewas ini telah diteruskan ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Universitas Udayana untuk diselidiki. Unud memastikan mengambil langkah tegas bagi seluruh pihak yang terlibat perundungan.
"Universitas akan mengambil langkah tegas kepada mahasiswa yang terlibat, sekaligus memperkuat sosialisasi tentang etika komunikasi publik dan penggunaan media sosial yang bertanggung jawab," katanya.
"Setiap bentuk kekerasan, perundungan, atau tindakan yang mencederai martabat sivitas akademika akan diproses sesuai dengan peraturan universitas yang berlaku. Universitas tidak akan segan memberikan sanksi tegas kepada pelaku kekerasan di lingkungan kampus," imbuhnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi belum mengetahui apakah korban terpeleset atau sengaja jatuh dari lantai 4. Pihak keluarga korban juga sudah ikhlas dengan peristiwa ini dan tidak melaporkan kasus ini untuk diselidiki oleh pihak kepolisian.
"Terkait dengan kejadian tersebut ibu korban mengikhlaskan kematian korban karena belakangan ini memang ada perubahan perilaku korban sehingga pihak keluarga tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian, dilengkapi surat pernyataan keluarga," katanya.
