Upaya Pramono Anung Ingin Rapikan Proyek Bekas Tiang Monorel

Tiang-tiang monorel terlihat terbengkalai di sekitar Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan hingga Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku akan menyelesaikan dan merapikan tiang-tiang tersebut.
“Ada kolom-kolom untuk monorel yang sampai hari ini semuanya enggak mau menyentuh untuk diselesaikan. Kalau bagi saya pribadi ini adalah hal yang harus diselesaikan,” kata Pramono saat dijumpai di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, dikutip dari Antara, Kamis (22/5).
Pramono menyebut proyek itu mangkrak dikarenakan persoalan-persoalan hukum antara kontraktor, pelaksana dan sebagainya pada saat itu.
Menurut dia, adanya tiang monorel yang mangkrak itu sangat mengganggu keindahan Jakarta. Meski begitu, eks Sekretaris Kabinet era Jokowi itu mengatakan belum dapat memastikan tiang itu akan dibongkar atau difungsikan untuk hal lain.
“Tentunya harus ada keputusan untuk itu (tiangnya mau diapakan). Enggak bisa kemudian dibiarkan begitu saja dari waktu ke waktu karena semua orang tidak mau berpikir, tidak mau susah, tidak mau menyentuh persoalan itu. Bagi saya pribadi, saya ingin menyelesaikan itu,” kata Pramono.
Dukungan DPRD DKI
Terpisah, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zulkifli, mendukung Pramono merapikan tiang monorel itu.
Taufik mengatakan, tiang-tiang monorel yang terbengkalai itu tak hanya mengganggu pemandangan kota, tetapi juga mempersempit ruang lalu lintas.
"Saya mendukung kalau membenahi tiang-tiang monorel yang mengganggu estetika dan lalu lintas di jalan itu," kata Taufik dalam keterangannya.
Menurut dia, Pemprov DKI sudah tidak memerlukan lagi tiang-tiang monorel tersebut karena pengembangan sistem transportasi massal telah berfokus pada Transjakarta, LRT, dan MRT.
“Jika proyek monorel memang sudah tidak dilanjutkan, maka infrastruktur yang ada sebaiknya dikembalikan ke fungsi semula,” katanya.
Sementara itu, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta lainnya, Dwi Rio Sambodo, berharap pembongkaran tiang monorel dapat mengembalikan keindahan kota.
"Pada prinsipnya segala bangunan mangkrak jika tidak memiliki nilai ekonomis dibongkar. Namun harus diikutkan stakeholder lain untuk mengubah fungsi yang baru agar penertiban berlangsung dalam satu tarikan napas program," jelasnya.
"Dikarenakan pembongkaran membutuhkan biaya yang tidak sedikit, di area tertentu malah bisa menambah pendapatan daerah dengan memasang media ruang reklame yang diredesain menambah keasrian kota," tutupnya.
