Update Banjir Bandang Masamba: 36 Orang Meninggal, 68 Hilang, 3.946 Mengungsi

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara tenda pengungsian korban banjir bandang di Perbukitan Desa Meli, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (16/7). Foto: Abriawan Abhe ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara tenda pengungsian korban banjir bandang di Perbukitan Desa Meli, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (16/7). Foto: Abriawan Abhe ANTARA FOTO

Banjir bandang Masamba di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menerjang enam kecamatan. Banjir ini diakibatkan oleh sungai Masamba yang meluap.

Bupati Kabupaten Luwu Utara, Indah Putri Indriani (IDP), mengatakan, terdapat 14 ribu orang di wilayahnya terdampak banjir bandang Masamba. Ia juga memperbarui jumlah korban meninggal dan yang masih hilang.

“Sampai hari ini, ada 36 orang meninggal dunia, 68 yang dilaporkan hilang, dan 3.946 korban mengungsi, dan 14 ribu jiwa lebih terdampak yang tersebar di enam kecamatan,” ujar Indah dalam keterangan tertulis.

Foto udara tenda pengungsian korban banjir bandang di Perbukitan Desa Meli, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (16/7). Foto: Abriawan Abhe ANTARA FOTO
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kedua kiri) meninjau lokasi banjir bandang di Masamba, Kabupaten Luwu Utara. Foto: Abriawan Abhe/ANTARA FOTO

Indah menuturkan, pihaknya tengah membuka akses jalan nasional dan beberapa akses jalan di wilayah terisolir yang terputus. “Ada satu jembatan terputus di Masamba, termasuk tiga jembatan lainnya yang menghubungkan lima desa,” sebut Indah.

“Bantuan sudah disalurkan dengan baik, bahkan ada yang menggunakan motor, dengan melalui jalur alternatif lainnya karena sulitnya medan,” sambungnya.

Sejumlah warga melintasi lumpur akibat banjir bandang yang menutupi landasan pacu di Bandara Andi Jemma Masamba, Luwu Utara, Selasa (14/7). Foto: Kemenhub/HO/ANTARA FOTO

Indah menargetkan pembersihan di Masamba, khususnya di beberapa titik yang terkena dampak banjir bandang, akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Insyaallah, untuk pembersihan kota, akan kita laksanakan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Doakan semoga 1-2 minggu sudah bisa kita laksanakan,” kata Indah.

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

embed from external kumparan