Update Banjir Dayeuhkolot Bandung: 3 Ribu Rumah Terendam, 50 Orang Mengungsi

26 Februari 2025 19:10 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Banjir masih merendam permukiman warga di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Rabu (26/2/2025). Foto: Robby Bouceu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Banjir masih merendam permukiman warga di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Rabu (26/2/2025). Foto: Robby Bouceu/kumparan
ADVERTISEMENT
Sekretaris Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Sunardi, menyampaikan update dampak banjir di wilayah tersebut. Banjir disebabkan luapan air sungai Citarum yang dipicu hujan lebat pada Selasa (25/2).
ADVERTISEMENT
Dia bilang hampir 98 persen rumah di Desa Dayeuhkolot, terendam banjir itu. Baik dari kategori terendam berat maupun ringan.
"Untuk sementara korban yang terendam dari yang sedang berat jumlah penduduk atau jumlah Kartu Keluarga di Desa Dayeuhkolot ini hampir 3.800-an. Karena memang Dayeuhkolot ini mayoritas 98 persen terkena banjir," katanya kepada awak media, Rabu (26/2).
Selain itu, dia menyampaikan bahwa telah ada sekitar 50 orang korban banjir yang mengungsi di belakang kantor Desa Dayeuhkolot. Para pengungsi itu, kebanyakan terdiri dari anak-anak dan lansia.
Dia mengatakan kemungkinan jumlah pengungsi bisa saja bertambah. Namun, itu bergantung pada intensitas hujan yang diperkirakan akan turun di hari ini.
"Nanti ketika hari ini bisa hujan lagi, air akan bertambah lagi, ya pasti di shelter akan bertambah lagi jumlah pengungsi," katanya.
Banjir masih merendam permukiman warga di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Rabu (26/2/2025). Foto: Robby Bouceu/kumparan
Adapun soal kebutuhan pengungsi, dia bilang pihak desa sudah menyediakan logistik yang berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, relawan, dan yang lainnya.
ADVERTISEMENT
Sunardi mengungkapkan banjir kali ini bisa terbilang cukup besar. Sebab, ketinggiannya bisa mencapai satu meter lebih.
"Memang beda-beda ketinggiannya, 80 centimeter sampai 150 centimeter bisa terjadi kalau intensitas kembali tinggi," tuturnya dia.
"Kalo dilihat dari tahun 2025 ini yang tertinggi. Tapi, kita juga lihat intensitas hujan di tahun 2025 ini belum maksimal. Mungkin masih ada nanti dari BMKG intensitas hujan nya itu masih di bulan Maret-April," imbuh dia.

Keluhan Warga

Banjir masih merendam permukiman warga di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Rabu (26/2/2025). Foto: Robby Bouceu/kumparanx
Sementara itu, di Kampung Bojongasih, Kabupaten Bandung, genangan banjir terpantau masih merendam pemukiman warga pada pukul 16.30 WIB lebih. Tinggi air telah lebih telah lebih surut, yakni sekitar seukuran lutut orang dewasa. Namun, aktivitas warga masih terhambat.
Jalanan terpantau tak bisa dilewati, baik oleh kendaraan motor maupun mobil. Pemotor yang memaksakan melibas genangan banjir, motornya kontan mati lantaran air masuk ke knalpot.
ADVERTISEMENT
Diki (39) yang merupakan warga sekaligus korban terdampak banjir, mengaku ia sampai tak bekerja hari ini lantaran bencana ini. Rumah kontrakannya terendam. Dia mengaku mengungsi di apotek milik kenalannya.
“Saya juga sejak banjir kemarin baru pulang ke sini ngecek kontrakan masih banjir, terendam. Tidur juga kemarin di Apotek punya teman,” ungkapnya saat ditemui di lokasi Rabu (26/2).
Banjir masih merendam permukiman warga di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Rabu (26/2/2025). Foto: Robby Bouceu/kumparan
Diki juga mengkhawatirkan dampak banjir terhadap kesehatan, terutama. Sebab banjir yang datang kerap turut serta membawa hal-hal kotor seperti sampah dan yang lainnya.
“Belum lagi biasanya habis banjir seperti ini suka ada yang sakit. Apakah bentol-bentol, budug, soalnya anak-anak misal ada yang main air,” katanya.
Sementara itu, warga lainnya Rodiah Rodiah (44), mengatakan banjir tak hanya mempersulit aktivitas dan membawa risiko penyakit. Tetapi juga bikin pengeluaran bertambah.
ADVERTISEMENT
Dia dan warga lainnya pun berharap Pemerintah Kabupaten Bandung, bisa ada langkah nyata segera, untuk masalah banjir di Dayeuhkolot.
"Kalau banjir itu jadi boros. Mudah-mudahan pemerintah bisa mengambil solusi yang baik. Terutama saluran-saluran air dan rumah pompa difungsikan dengan baik. Jangan sampai terus mengendap kaya gini. Nanti setelah ini pasti yang sakit suka banyak," ujar dia.