Update Banjir di Makassar: 12 Kecamatan Terendam, 2.929 Jiwa Mengungsi
ยทwaktu baca 2 menit

Kota Makassar, Sulsel, dilanda banjir pada Senin (13/2). Hingga pukul 20.00 WITA, tercatat 45 kelurahan di 12 kecamatan terendam.
"8 kecamatan terbilang parah. Dari 8 kecamatan ini, 2.929 jiwa diungsikan ke tempat aman karena ketinggian banjir mencapai paha orang dewasa," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, Senin malam (13/2)
8 kecamatan itu:
Tamalanrea,
Manggala,
Mamajang,
Makassar,
Rappocini,
Ujung Pandang,
Biringkanaya,
Tallo.
"Ada 37 titik pengungsian," kata Hendra.
Hendra melanjutkan, "Untuk situasi saat ini, banjir sudah mulai surut tapi personel kami masih siaga di lapangan membantu warga."
Lansia, Anak, dan Ibu Hamil Dievakuasi
Tingginya air membuat warga dievakuasi ke tempat aman. Kepala Operasi Basarnas Sulsel, Muh. Rizal, mengatakan puluhan warga dievakuasi dari 16 lokasi di Makassar.
"Yang sudah dievakuasi ada 8 lokasi, dan 8 sisanya itu, belum," kata Rizal kepada wartawan, Senin (13/2).
Warga yang dievakuasi itu rumahnya sudah terdampak banjir dengan ketinggian air sekitar 1 meter. Mereka juga merupakan orang lanjut usia, anak balita, dan hamil.
"Yang dievakuasi rata-rata anak dan lansia," tegasnya.
Belum diketahui jumlah rumah yang terdampak banjir, maupun data korban jiwa. BPBD Makassar masih terus melakukan penelusuran. Kondisi banjir di Kota Makassar juga belum surut.
Macet di Mana-mana
"Macet di mana-mana karena banjir seperti Jalan Urip Sumoharjo-Bawakaraeng," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sulsel, AKBP Astu.
Untuk mengantisipasi kemacetan dan juga hal-hal tak diinginkan, Astu mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di luar rumah.
"Jika tidak mendesak, tunda beraktivitas di luar rumah dengan menggunakan kendaraan," ujar Astu.
Anak-anak Sekolah Dipulangkan
"Semua jajaran turun untuk memastikan masyarakat selamat terutama yang berkaitan dengan listrik. Anak-anak kita dipulangkan dari sekolah, pastikan ada di rumah," kata Wali Kota Makassar Danny Pomanto, Senin (13/2).
Rumah & Kantor Terendam, Pemotor Terpaksa Masuk Tol
Ketinggian air pada beberapa titik mencapai sepinggang orang dewasa, misalnya di Jalan Nusantara, Jalan Penghibur, Jalan Arief Rate, Jalan Ap Pettarani, hingga Jalan Balai Kota.
Para pemotor pun banyak yang terpaksa masuk tol. Awalnya ini dihalau petugas tapi akhirnya dipersilakan.
"Ini situasi emergency sehingga kami berikan izin," kata Direktur PT Jalan Tol Seksi Empat (JTSE), Ismail Malliungan, Senin (13/2).
Rumah dan Kantor Terdampak
Banjir menggenangi permukiman penduduk (padat maupun tidak) dan melanda sejumlah kantor, termasuk kantor polisi.
