Update Banjir Nagekeo NTT: 5 Orang Tewas, 747 KK Ngungsi, 7 Jembatan Putus

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi Desa Sawu, Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu (10/9). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Desa Sawu, Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu (10/9). Foto: Dok. Istimewa

Banjir dan longsor yang menerjang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (8/9) hingga Rabu (10/9), meninggalkan kerusakan parah, yakni:

  • 27 bangunan irigasi hancur;

  • 24 ruas jalan rusak total sepanjang 57 km;

  • 7 jembatan utama putus;

  • 40 rumah hanyut;

  • 17 rumah rusak berat;

  • 48 rumah rusak ringan.

Korban Tewas

Sementara itu, berikut data korban:

  • 5 orang tewas;

  • 3 orang hilang;

  • 16 warga luka-luka.

  • 747 KK terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.

Pemerintah telah menyiapkan tenda darurat, dapur umum, serta menyalurkan bahan pangan. Sementara itu, PUPR, TNI, dan Polri fokus membuka akses jalan dan jembatan agar bantuan bisa menjangkau desa yang terisolasi.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma saat meninjau saluran irigasi di Kabupaten Nagekeo, NTT. Foto: Dok. Istimewa

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, mengatakan distribusi bantuan harus tepat sasaran, terutama bagi anak-anak, lansia, dan keluarga yang paling terdampak.

Berpegang pada Batang Pohon

Ibu dari Desa Sawu, Yosefina Meli Boa (35 tahun), menceritakan bagaimana ia dan anaknya selamat dengan berpegangan pada batang pohon saat arus deras menerjang.

Namun, suami dan anaknya ditemukan meninggal sehari kemudian, tertimbun lumpur.

Ia berharap masa pencarian korban hilang diperpanjang agar semua bisa ditemukan dan dimakamkan secara layak.

Krisis Air Bersih

Ia mengaku masih kekurangan kebutuhan seperti air bersih, makanan, dan tempat tinggal sementara.

“Kami sekarang kekurangan air bersih. Bak penampungan di hulu pecah, sehingga persediaan sangat terbatas,” ungkapnya.