Update Corona di RI 12 Juni: 36.406 Positif, 2.048 Meninggal, 13.213 Sembuh

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga mencuci tangan di area cuci tangan untuk publik di depan Museum Sonobudoyo, DI Yogyakarta, Senin (30/3/2020). Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah
zoom-in-whitePerbesar
Warga mencuci tangan di area cuci tangan untuk publik di depan Museum Sonobudoyo, DI Yogyakarta, Senin (30/3/2020). Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah

Pasien positif virus corona di Indonesia kembali bertambah. Per Jumat (12/6) pukul 12.00 WIB, jumlah pasien positif bertambah 1.111 orang, sehingga total kini ada 36.406 terjangkit corona.

"Total (pasien positif) menjadi 36.406," kata juru bicara penanganan corona, Achmad Yurianto, di Kantor BNPB, Jakarta.

Jumlah pasien positif COVID-19 yang meninggal pun bertambah 48 orang. Sehingga jumlah pasien meninggal menjadi 2.048 orang.

Kabar baiknya, jumlah pasien virus corona yang sembuh bertambah 577 orang, menjadi 13.213 orang.

Pasien yang terinfeksi virus corona melambaikan tangan usai mengikuti senam pagi di Rumah Singgah Karantina, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (28/5). Foto: REUTERS/WIlly Kurniawan

Dalam dua bulan terakhir tren kasus COVID-19 masih terus meningkat dan belum ada penurunan yang signifikan. Direktur Eksekutif Center for Clinical Epidemiology & Evidence-Based Medicine FKUI-RSCM, Tifauzia Tyassuma, mengatakan Indonesia tampaknya akan sedikit sulit dalam menentukan puncak pandemi, kendati penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) telah berdampak cukup baik dalam mengendalikan kurva kasus corona.

“Dengan segala macam kebijakan, termasuk PSBB, telah membuat grafik cukup landai. Tidak meningkat seperti yang diperkirakan model prediksi epidemiologi tanpa intervensi. Artinya, intervensi-intervensi itu berhasil membuat grafik tidak menukik tinggi. Tapi, konsekuensinya, grafik ini landai, tapi enggak sampai ke puncak,” ujar Tifauzia, saat dihubungi kumparan, Kamis (11/6).

embed from external kumparan

Merujuk pada model prediksi yang dilakukan ahli epidemiologi UI dalam menentukan puncak dan akhir pandemi, seharusnya Indonesia telah memasuki puncak pandemi pada pertengahan Mei kemarin, dengan jumlah kasus mencapai 1,5 hingga 2,5 juta infeksi. Ketika puncak pandemi terjadi, logikanya kurva kasus corona akan menurun karena telah terjadi kekebalan populasi.

“Tetapi, puncak kan sekarang bergeser menjauh. Jadi, dia landai tapi enggak nyampe-nyampe. Dan kalau Anda lihat secara grafik, itu trennya tetap naik, belum ada tren turun sama sekali. Artinya, kita belum mencapai puncak. Dan sekarang kita enggak ngerti lagi puncaknya akan jatuh di mana,” paparnya.

kumparan post embed

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

*****

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.