Update Corona di RI 15 Juli: 80.094 Positif, 39.050 Sembuh, 3.797 Meninggal

Pertumbuhan kasus harian positif virus corona di Indonesia kian hari semakin meningkat. Hari ini, Rabu (15/7), pemerintah mengumumkan penambahan 1.522 kasus positif corona baru.
Tambahan kasus positif virus corona yang hari ini diumumkan mengalami sedikit penurunan dari hari sebelumnya, Selasa (14/7), yang bertambah 1.591 orang.
"Kasus konfirmasi positif COVID-19 sebanyak 1.522 orang, sehingag saat ini totalnya 80.094 orang," ujar juru bicara penanganan corona, Achmad Yurianto, di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (15/7).
Penambahan kasus hari ini berasal dari pemeriksaan 24.871 spesimen corona yang dilakukan di 299 laboratorium jejaring. Jika diakumulasi, total spesimen corona yang sudah diperiksa hingga hari ini sebanyak 1.122.339.
Update COVID-19 di Indonesia kali ini dibarengi dengan penambahan pasien meninggal sebanyak 87 orang. Sehingga, total sudah 3.797 pasien positif corona yang meninggal.
Jumlah kasus sembuh juga ikut bertambah. Hari ini saja tercatat penambahan pasien sembuh sebanyak 1.414 orang, sehingga kini totalnya menjadi 39.050 orang.
Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan, Kasus Corona Turun
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, sebelumnya mengungkapkan kasus penularan virus corona bisa turun jika 70 persen masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan.
"Harusnya kan dari waktu ke waktu kita bisa mencapai, misalnya kalau sampai lebih 70 persen masyarakat sudah menjalankan protokol kesehatan harusnya data kasus turun. Kalau kita percaya protokol kesehatan itu kuncinya," jelas Wiku dalam acara diskusi yang diadakan Ikatan Alumni (Iluni) UI secara virtual.
Maka dari itu, pemerintah terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga jarak, pakai masker, hingga rajin mencuci tangan.
"Kita harus pastikan tiga hal: jaga jarak, pakai masker, cuci tangan berjalan baik. Kalau jaga imunitas lebih kepada istirahat, olahraga, dan pola makan yang dijaga. Karena kita tahu masalah utama dari mortalitas tinggi adalah penyakit komorbid, orang yang punya penyakit penyerta sangat rentan dan bahaya apabila terinfeksi COVID-19," pungkasnya.
=====
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
