Update Corona RI 16 Januari: 896.642 Positif, 727.358 Sembuh, 25.767 Meninggal

kumparanNEWSverified-green

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas medis menunjukkan imbauan untuk masyarakat terkait virus corona seusai melaksanakan SWAB Test di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Minggu (8/4). Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
zoom-in-whitePerbesar
Petugas medis menunjukkan imbauan untuk masyarakat terkait virus corona seusai melaksanakan SWAB Test di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Minggu (8/4). Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

Update Corona - Penularan virus corona di Indonesia belum ada tanda-tanda akan menurun. Sejak 11 Januari 2020, kurva penambahan kasus corona hariannya terus melonjak, dari kisaran 8.000an hingga terakhir mencapai 12.818 kasus pada Jumat (15/1) kemarin.

Dan per hari ini, Sabtu (16/1), kasus positif COVID-19 di Indonesia kembali mencatatkan rekor penambahan tertingginya, yakni bertambah 14.224 orang Dengan tambahan ini, maka kini total kasus positif mencapai 896.642 orang.

Kabar baiknya, pasien sembuh juga meningkat sebanyak 8.662 orang. Sehingga, kasus sembuh akumulatif kini berjumlah 727.358 orang.

Meski begitu, sangat disayangkan jumlah kematian akibat COVID-19 di Indonesia masih sangat tinggi, yakni bertambah 283 orang dalam sehari terakhir. Dan total pasien meninggal mencapai 25.767 jiwa.

Warga berfoto dengan latar belakang mural yang mengajak warga untuk memakai masker di tengah pandemi COVID-19 di Surabaya. Foto: Juni Kriswanto/AFP

Penambahan kasus hari ini didapat dari pemeriksaan 63.300 spesimen. Sementara kasus suspek yang masih diamati sebanyak 69.414 orang.

Alih-alih mulai terkendali, kasus COVID-19 di Indonesia terus menunjukkan grafik yang meningkat tajam. Lonjakan ini disinyalir diakibatkan efek libur panjang akhir tahun.

Menkes Budi Gunadi Sadikin bahkan menyebut puncak pandemi corona di Indonesia bisa saja terjadi pada akhir Januari atau awal Februari 2021.

"Kita antisipasi minggu lalu ini akan terjadi, peaknya (puncak) minggu keempat Januari. Bisa geser ke minggu ketiga atau minggu pertama Februari. Kita harus antisipasi akan banyak yang tak tertampung dan tekanan ke dokter juga tinggi," ungkap Budi Gunadi saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Selasa (12/1).

Infografik Cegah COVID-19 di Rumah. Foto: kumparan